Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Waspada Penipuan, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Dilayani Lewat Link Online

Hendriyanto • Senin, 18 Mei 2026 | 20:57 WIB
WASPADA: Marak penipuan berkedok layanan KUR melalui online.
WASPADA: Marak penipuan berkedok layanan KUR melalui online.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI melalui tautan digital, pesan singkat, maupun media sosial.

BRI menegaskan bahwa seluruh proses pengajuan KUR tidak pernah dilakukan melalui penawaran online menggunakan tautan tidak resmi ataupun akun pribadi di media sosial.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa seluruh proses pengajuan KUR hanya dapat dilakukan melalui unit kerja resmi dan diproses langsung oleh petugas resmi BRI.

“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara online melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI. Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi,” ujar Dhanny.

Ia menjelaskan masyarakat dapat mengakses layanan pengajuan KUR melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun tenaga pemasar resmi BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: BRI Catat Profitabilitas Solid, ROE dan ROA Meningkat pada Triwulan I 2026

BRI juga memastikan bahwa seluruh proses pengajuan KUR tidak dipungut biaya apa pun di awal proses. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan persyaratan tidak wajar.

Selain itu, BRI mengingatkan masyarakat agar tidak pernah memberikan data pribadi maupun informasi perbankan yang bersifat rahasia kepada pihak mana pun.

Data yang dimaksud antara lain PIN, password, kode OTP, maupun data pribadi lainnya yang dapat disalahgunakan oleh pelaku kejahatan digital.

“Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI,” tambah Dhanny.

BRI mengimbau masyarakat untuk hanya memperoleh informasi melalui kanal resmi perusahaan, seperti website resmi BRI, akun media sosial resmi BRI, maupun Contact BRI 14017/1500017.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan layanan perbankan, BRI juga terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan digital.

“Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” pungkas Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#waspada penipuan #bri #Penipuan Perbankan #pengajuan KUR