Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UMKM Binaan BRI di Kediri Raup Omzet Rp 25 Juta dari Bisnis Jamu Herbal

Hendriyanto • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:19 WIB
KEMASAN MENARIK: UMKM binaan BRI di Kediri berhasil memasarkan jamu herbalnya ke seluruh Indonesia berkat kredit BRI.
KEMASAN MENARIK: UMKM binaan BRI di Kediri berhasil memasarkan jamu herbalnya ke seluruh Indonesia berkat kredit BRI.

KEDIRI, RadarMadura.id — Menjadi ibu rumah tangga tidak membuat Isma Wijayanti berhenti berusaha. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, warga Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri itu memilih membantu perekonomian keluarga dengan membangun usaha sendiri.

Isma mengaku sempat bingung menentukan jenis usaha yang akan dijalankan. Namun setelah mencari berbagai peluang, ia akhirnya memilih bisnis olahan jamu dan rempah.

“Saya sering berpikir enaknya bikin usaha apa, karena mencari kerja di tengah kondisi seperti ini juga susah,” ujar Isma saat ditemui di rumahnya.

Pada Mei 2025, Isma meluncurkan usaha bernama Lentera Herbal Kediri. Usaha tersebut memproduksi berbagai minuman herbal berbahan rempah lokal.

Produk yang dihasilkan antara lain teh rimpang, teh rempah daun kumis kucing, teh daun insulin, wedang herbal, wedang uwuh, teh bunga telang, teh bunga rosella, hingga teh mahkota dewa.

Pemilihan usaha tersebut tidak lepas dari potensi wilayah tempat tinggalnya. Desa Parang dikenal sebagai salah satu sentra rempah-rempah kering di Kediri.

Baca Juga: Holding UMi BRI Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inklusi Keuangan

"Warga di sini mayoritas memproduksi empon-empon kering. Jadi, saya berpikir untuk membuat usaha yang tidak jauh dari potensi sekitar, agar bahan bakunya juga mudah didapat," tambahnya.

Meski bahan baku mudah diperoleh, merintis usaha dari nol bukan perkara mudah. Isma bersama suaminya harus menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha.

Salah satu kendala utama adalah menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan berbeda dari produk rempah mentah yang umum dijual masyarakat.

Untuk itu, Isma melakukan inovasi melalui desain kemasan modern dan praktis. Produk rempah diolah menjadi teh celup siap seduh agar lebih mudah diterima pasar.

Selain inovasi produk, strategi pemasaran juga menjadi perhatian utama. Isma memilih memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan penjualan.

“Untuk pemasaran kami mencoba di pasar online, dengan jangkauan yang lebih luas serta biaya lebih minim karena tidak perlu ada toko khusus,” ujarnya.

Strategi tersebut membuahkan hasil positif. Dua toko online yang dikelolanya kini mampu menghasilkan omzet hingga Rp25 juta per bulan.

Produk Lentera Herbal Kediri juga telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya di Jawa Timur, pengiriman sudah menjangkau berbagai provinsi lain.

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang

Usaha tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Isma melibatkan warga dalam proses produksi hingga pemasaran produk.

“Pengemasan dan pemasaran live e-commerce kami dibantu warga sekitar,” katanya.

Meningkatnya pesanan membuat kebutuhan modal usaha ikut bertambah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Isma memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

“BRI jadi pertolongan pertama, untuk urusan permodalan,” ujar Isma yang kini menjadi nasabah KUR BRI Kediri.

Sementara itu, Branch Manager BRI Branch Office Kediri Adi Nugroho mengatakan BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR.

Hingga Maret 2026, BRI BO Kediri telah menyalurkan KUR sebesar Rp343 miliar kepada pelaku usaha di wilayah Kediri.

Menurut Adi, akses pembiayaan yang lebih mudah memberi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus membuka lapangan kerja.

“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Kediri melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Kediri seperti jamu dan lain-lain yang dapat terus berkembang,” ungkapnya.

Adi menambahkan, dukungan BRI tidak hanya berupa pembiayaan. Perseroan juga memberikan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#jamu herbal #UMKM Binaan BRI #bri #KUR BRI