JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya penawaran KUR melalui tautan tidak resmi. Modus tersebut merupakan bentuk penipuan yang menyalahgunakan nama BRI.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berasal dari BRI. Ia memastikan penawaran tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan layanan maupun operasional perusahaan.
“Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI serta BRILink Agen atau menghubungi tenaga pemasar BRI di seluruh Indonesia, dan tidak dipungut biaya apa pun di awal,” ujar Akhmad.
BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses atau mengeklik tautan yang tidak resmi. Selain itu, BRI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, kata sandi (password), maupun kode OTP dalam kondisi apa pun.
Setiap permintaan terhadap data tersebut dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar.
Baca Juga: Contactless BRI Makin Diminati, Transaksi Tumbuh 1.144 Persen dan Tembus Rp 15,9 Triliun
BRI mengajak masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi perusahaan. Kanal tersebut meliputi website resmi, media sosial, serta Contact BRI di nomor 14017 atau 1500017.
“Perseroan secara konsisten memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat terkait literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital. Selain itu, BRI juga aktif berkoordinasi dengan otoritas dan pihak terkait dalam rangka menindaklanjuti modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” imbuh Akhmad.
BRI menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan layanan perbankan. Perseroan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. (*/dry)
Editor : Hendriyanto