KARTASURA, RadarMadura.id – Di balik setiap usaha kecil yang tumbuh, tersimpan kisah ketekunan, keberanian, dan harapan. Hal ini tercermin dari perjalanan Nia Anggraini, perempuan asal Purwogondo, Kartasura, yang mengembangkan usaha produksi tahu hingga menjadi sumber penghidupan utama keluarga.
Sebelum menekuni dunia usaha, Nia bekerja sebagai tenaga pemasaran. Titik balik hidupnya muncul saat cuti melahirkan, ketika ia mulai merintis usaha tahu secara sederhana untuk mengisi waktu di rumah.
Seiring waktu, usaha tersebut berkembang dan membuka jalan baru dalam hidupnya. Nia pun terus menekuni usaha tersebut hingga mampu menjangkau lebih banyak pelanggan.
Sebagai perempuan, Nia menghadapi tantangan dalam menjalankan peran sebagai istri, ibu, sekaligus pengusaha. Ia harus membagi waktu antara keluarga dan proses produksi tahu yang membutuhkan ketelatenan.
Namun, dengan ketekunan, ia mampu mengembangkan usaha dari skala kecil menjadi lebih besar. Usahanya kini terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi keluarga.
Baca Juga: Kisah Naeka, Mukena Premium Lokal Sukses Go Global Didukung LinkUMKM BRI
Perjalanan Nia semakin terarah saat mengenal program PNM Mekaar. Ia tertarik setelah melihat banyak tetangganya merasakan manfaat program tersebut, terutama saat pandemi COVID-19.
Kepercayaan itu mendorongnya bergabung dalam ekosistem ultra mikro yang diperkuat oleh BRI. Sejak saat itu, usaha yang dijalankan mulai berkembang lebih terstruktur.
Bagi Nia, bergabung dengan PNM Mekaar bukan hanya soal akses pembiayaan. Ia juga merasakan manfaat dalam memperluas jejaring usaha.
“Yang paling terasa adalah networking yang semakin luas,” ujarnya. Hal ini menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha tahu, baik dari sisi pemasaran maupun pengelolaan usaha.
Salah satu momen berkesan adalah saat Nia mengikuti Senyum Incubation Program pada 2024. Program tersebut berlangsung selama empat bulan di Rumah BUMN Yogyakarta.
Baca Juga: Harga Tabung Gas Melon di Desa Batokaban Tembus Rp 30 Ribu
Melalui program itu, Nia mendapatkan wawasan baru dalam meningkatkan kualitas produk dan strategi bisnis. Ia juga memperoleh pendampingan dari sinergi BUMN seperti Pegadaian, BRI, dan PNM.
Di tengah dinamika usaha, dukungan pembiayaan dari PNM Mekaar menjadi faktor penting. Dukungan ini membantu menjaga keberlangsungan usaha, terutama saat pandemi.
Dengan bantuan tersebut, Nia mampu mempertahankan produksi dan memenuhi kebutuhan pasar. Usahanya pun tetap berjalan di tengah tantangan.
Kini, usaha tahu yang dirintis sejak 2014 dikelola bersama suami dan keluarga. Usaha tersebut menjadi sumber penghasilan utama sekaligus menopang kebutuhan rumah tangga.
Tidak hanya itu, usaha ini juga mendukung pendidikan anak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Perkembangan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras yang konsisten.
Bagi Nia, kemandirian finansial memiliki makna penting bagi perempuan. Ia meyakini perempuan dapat berpenghasilan tanpa meninggalkan peran utama dalam keluarga.
Dengan kemandirian tersebut, perempuan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Perempuan juga memiliki ruang untuk berkembang secara ekonomi.
Di sisi lain, ekosistem Holding Ultra Mikro menunjukkan capaian positif. Sepanjang 2025, sebanyak 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas.
Capaian ini mencerminkan komitmen dalam mendorong pelaku usaha ultra mikro berkembang. Program ini juga memperluas akses keuangan formal bagi masyarakat.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan komitmen tersebut. Ia menyebut sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian terus diperkuat untuk pemberdayaan perempuan.
“BRI bersama PNM dan Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem yang terintegrasi, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Kami percaya perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga dan nasional,” ujarnya.
Ke depan, Nia berharap usahanya terus berkembang dan memperluas lini bisnis. Ia juga berharap dukungan dari PNM Mekaar dan BRI terus berlanjut bagi perempuan pelaku usaha.
Baca Juga: Candyco, UMKM Rajut Custom dari Malang Tumbuh Bersama Dukungan BRI dan LinkUMKM
Menutup kisahnya, Nia menyampaikan pesan inspiratif bagi perempuan lain. Ia mendorong perempuan untuk berani memulai usaha.
“Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan hanya yang dipikirkan. Semoga keberuntungan selalu menyertai perempuan yang ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga,” tuturnya.
Kisah Nia Anggraini menjadi bukti bahwa usaha sederhana dapat memberikan dampak besar. Perempuan Indonesia mampu menciptakan perubahan bagi keluarga dan lingkungan sekitar. (*/dry)
Editor : Hendriyanto