DEPOK, RadarMadura.id – Di balik segelas jus kedondong dan cincau selasih, terdapat perjuangan Elvira Safitri dalam membangun usaha minuman sehat dari nol. Usahanya kini berkembang dan menjadi pilihan pekerja di kawasan perkantoran Depok, Jawa Barat.
Dukungan dari ekosistem Ultra Mikro turut memperkuat optimisme Elvira untuk terus berkembang. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan usahanya.
Elvira mengaku perjalanan bisnisnya tidak selalu berjalan mulus. Setelah sempat mengalami kegagalan, ia bangkit pada 2018 dengan merintis usaha jus kemasan berbahan alami.
“Dengan tekad yang kuat, saya kembali mencoba melalui usaha minuman sehat berbahan alami,” ujarnya.
Berbekal kreativitas dan resep sederhana, ia memproduksi berbagai minuman seperti jus kedondong, cincau selasih, hingga gula asem racikan sendiri. Produk tersebut menawarkan kesegaran sekaligus nilai kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.
Dengan modal awal dari program PNM Mekaar, Elvira memulai usaha dari skala kecil. Ia aktif mengikuti berbagai bazaar untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Ia menjalani proses tersebut dengan penuh ketekunan dari satu bazaar ke bazaar lainnya. Kondisi cuaca tidak menjadi penghalang dalam menjalankan usahanya.
Dengan semangat memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, Elvira terus menjajakan produknya. Setiap penjualan menjadi langkah kecil menuju perkembangan usaha yang lebih besar.
Seiring waktu, usahanya mulai menunjukkan hasil positif. Produk minuman sehat miliknya semakin dikenal hingga menjangkau pasar di Bandung.
Titik balik usaha terjadi saat mengikuti sebuah bazaar. Seorang tenaga medis memberikan penilaian positif terhadap produk yang ditawarkan.
“Waktu itu saya mendapat masukan bahwa minuman yang saya buat tidak hanya enak, tetapi juga sehat. Bahkan, beberapa tenaga kesehatan menyampaikan bahwa produk ini cocok untuk dikonsumsi secara umum,” ujar Elvira.
Masukan tersebut membuka peluang baru bagi pengembangan usaha. Produk Elvira kemudian mulai dipasarkan di lingkungan perkantoran rumah sakit di Depok.
Seiring berkembangnya usaha, jangkauan pemasaran semakin luas. Produk kini juga dipasarkan melalui jaringan reseller yang terus bertambah.
Bagi Elvira, keberhasilan ini tidak hanya soal bisnis. Usahanya juga menjadi bagian dari upaya mendukung gaya hidup sehat masyarakat.
Melalui dukungan sinergi Holding Ultra Mikro, usahanya kini memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa usaha yang dijalankan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa kisah Elvira mencerminkan peran penting pendampingan usaha. Ia menilai program PNM mampu menghadirkan harapan baru bagi pelaku usaha ultra mikro.
“Kisah Ibu Elvira menjadi cerminan kuatnya daya juang perempuan Indonesia, terutama ketika mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan. Melalui sinergi dalam Holding Ultra Mikro, salah satunya melalui PNM, BRI Group berkomitmen tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga mendorong pemberdayaan yang menyeluruh untuk bisa tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Dhanny.
Sepanjang 2025, sebanyak 1,4 juta debitur PNM tercatat berhasil naik kelas. Capaian ini menunjukkan peningkatan kapasitas usaha sekaligus perluasan akses keuangan formal bagi pelaku usaha ultra mikro. (*/dry)
Editor : Hendriyanto