Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dari Dapur Sederhana, Usaha Kue Yulianti di Lampung Kini Banjir Pesanan Berkat BRI

Hendriyanto • Selasa, 7 April 2026 | 14:20 WIB
LEZAT: Yulianti Yusup mengembangkan usaha kue semprong dan kue kering di Lampung.
LEZAT: Yulianti Yusup mengembangkan usaha kue semprong dan kue kering di Lampung.

LAMPUNG, RadarMadura.id – Ketekunan dan keberanian memulai dari skala kecil mengantarkan Yulianti Yusup mengembangkan usaha kue semprong dan kue kering. Dari dapur sederhana, usahanya kini semakin dikenal dan kebanjiran pesanan.

Perkembangan usaha tersebut tidak lepas dari dukungan pembiayaan dan pendampingan dari BRI. Dukungan ini membantu memperkuat fondasi bisnis sekaligus mendorong peningkatan kapasitas produksi.

Yulianti memulai usaha dari rumah dengan modal terbatas dan resep keluarga. Ia menjual produk kepada tetangga dan pasar sekitar sebelum akhirnya dikenal lebih luas.

Seiring waktu, kualitas produk yang terjaga dan kepercayaan pelanggan mendorong permintaan terus meningkat. Momen Ramadan dan Lebaran menjadi periode puncak pesanan bagi usaha yang dijalankannya.

“Saya berusaha menggunakan pengetahuan saya untuk mengembangkan produk kue yang diminati warga sekitar. Alhamdulillah banyak yang suka. Biasanya momen Ramadan dan Lebaran menjadi puncak pesanan. Permintaan kue semprong dan kue kering meningkat seiring kebutuhan masyarakat akan hidangan Lebaran maupun bingkisan untuk kerabat. Kondisi ini membuat aktivitas produksi meningkat drastis dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Meski produksi meningkat tajam saat Lebaran, Yulianti justru melihat peluang untuk melibatkan warga sekitar. Ia mengajak masyarakat ikut membantu proses produksi agar pesanan dapat terpenuhi tepat waktu.

Langkah ini tidak hanya menjaga kelancaran usaha, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi warga. Yulianti menilai momen tersebut menjadi bagian paling berkesan dalam perjalanan usahanya.

“Walaupun produksinya jadi lebih padat, di situ saya malah merasa paling senang, karena bisa berbagi kesempatan dengan warga sekitar untuk menambah penghasilan, sehingga mereka ikut merasakan manfaatnya. Itu yang paling berarti bagi saya,” ucap Yulianti.

Di sisi lain, dukungan BRI menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha. Melalui pembiayaan mikro, Yulianti dapat meningkatkan kapasitas produksi, termasuk pembelian bahan baku dan peralatan.

BRI juga menghadirkan kemudahan transaksi melalui layanan digital seperti QRIS. Fasilitas ini mempermudah pembayaran sekaligus membuat usaha lebih modern dan efisien.

“Meski saya pelaku usaha kecil, namun saya tetap didampingi oleh BRI dan merasakan manfaat atas kehadiran BRI. Kami dibantu diajarkan oleh petugas BRI mengenai pengelolaan keuangan dan kiat mengembangkan usaha. Dukungan ini menjadi kunci bagi saya untuk dapat tumbuh,” ujarnya.

Ke depan, Yulianti berkomitmen memperluas pasar dan terus memberdayakan masyarakat sekitar. Ia berharap usahanya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan.

“Harapannya usaha ini bisa semakin dikenal luas dan terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menilai Yulianti sebagai cerminan perempuan tangguh penggerak ekonomi. Ia menegaskan bahwa UMKM perempuan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan dukungan berkelanjutan dari BRI, kisah Yulianti menjadi bukti bahwa usaha UMKM perempuan yang dikelola dengan ketekunan dan didukung oleh ekosistem yang tepat, akan mampu tumbuh, berdaya saing, serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Akhmad. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#bri #kue kering #umkm #lampung #usaha