Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dari Limbah Jadi Sumber Penghidupan, Nasabah PNM Mekaar Kembangkan Usaha Berbasis Lingkungan

Hendriyanto • Senin, 6 April 2026 | 16:11 WIB
BERDAYA: Nasabah PNM Mekaar sekaligus Agen BRILink di Kabupaten Bandung Barat mengolah kotoran sapi menjadi budidaya pakan cacing.
BERDAYA: Nasabah PNM Mekaar sekaligus Agen BRILink di Kabupaten Bandung Barat mengolah kotoran sapi menjadi budidaya pakan cacing.

BANDUNG BARAT, RadarMadura.id – Di tengah tantangan ekonomi, perempuan terus menunjukkan peran strategis dalam menciptakan peluang usaha. Mereka memanfaatkan dukungan sinergi Holding Ultra Mikro untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Sinergi Holding Ultra Mikro yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dan PT Pegadaian memperkuat pendampingan serta akses keuangan. Upaya ini mendorong keberlanjutan usaha bagi pelaku ultra mikro di berbagai daerah.

Kisah ini tercermin dari Onih Suryati, nasabah PNM Mekaar sekaligus Agen BRILink di Kabupaten Bandung Barat. Sejak 2022, ia mengembangkan usaha berbasis pertanian dan peternakan dengan fokus budidaya cacing dan produksi pupuk kascing.

Onih menjelaskan bahwa usahanya berawal dari limbah yang sebelumnya mencemari lingkungan. Melalui pelatihan dari PNM, limbah tersebut diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Awalnya kotoran sapi hanya menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Setelah mendapatkan pelatihan dari PNM, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan cacing, dan hasilnya berupa pupuk kascing digunakan untuk pertanian,” ujarnya.

Seiring waktu, usaha tersebut berkembang menjadi sistem yang terintegrasi. Limbah ternak diolah melalui instalasi biogas, kemudian dimanfaatkan sebagai pakan cacing hingga menghasilkan pupuk organik.

PNM juga memberikan dukungan berupa hibah greenhouse untuk memperkuat usaha Onih. Fasilitas ini turut mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan produktivitas usaha.

Pengembangan usaha tersebut membuka peluang tambahan melalui peran Onih sebagai Agen BRILink. Ia melayani berbagai transaksi keuangan masyarakat sekaligus memperoleh tambahan pendapatan.

“Sejak menggunakan biogas, kami tidak lagi membeli LPG. Hasil penjualan cacing dan pupuk kascing juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak,” tambahnya.

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Dhanny menyampaikan bahwa kisah Onih mencerminkan dampak nyata sinergi Holding Ultra Mikro. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kapasitas usaha secara berkelanjutan, khususnya bagi perempuan.

“Ekosistem ultra mikro menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha serta keterhubungan dengan layanan keuangan formal. Pendekatan ini mendorong pelaku usaha untuk berkembang lebih produktif sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru yang berdampak bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

PNM sebagai bagian dari BRI Group menghadirkan program PNM Mekaar untuk memberdayakan perempuan prasejahtera. Program ini memberikan akses permodalan tanpa agunan serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.

Dalam ekosistem Holding Ultra Mikro, program ini menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas usaha. Sepanjang 2025, sebanyak 1,4 juta debitur PNM tercatat berhasil naik kelas dan memperluas akses keuangan formal. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#peternakan cacing #PNM Mekaar #bri #umkm