KUR BRI Tembus Rp 31,42 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penyaluran

Hendriyanto • Dipublikasikan Jumat, 3 April 2026 | 00:05 WIB
BERTUMBUH: Hasil kerajinan tangan masyarakat kian diminatiZyRKT.
BERTUMBUH: Hasil kerajinan tangan masyarakat kian diminatiZyRKT.

JAKARTA, RadarMadura.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi Asta Cita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp31,42 triliun. Nilai tersebut setara 17,46% dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun yang ditetapkan pemerintah.

Penyaluran KUR tersebut telah menjangkau 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia. Capaian ini menunjukkan peran aktif BRI dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.

BRI tidak hanya fokus pada volume penyaluran. Perseroan juga memastikan KUR disalurkan secara produktif ke sektor strategis yang memperkuat sektor riil.

Penyaluran KUR didominasi sektor produksi seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa. Porsi sektor ini mencapai 64,13% dari total penyaluran.

Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran KUR. Nilainya mencapai Rp13,25 triliun atau setara 42,18% dari total KUR yang disalurkan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan komitmen BRI dalam mendukung agenda prioritas pemerintah. Fokus utama adalah penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi nasional.

“BRI akan terus berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya, memperluas skala bisnis, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian debitur yang naik kelas. Sebanyak 213 ribu debitur atau 22,23% dari target 2026 berhasil meningkatkan skala usahanya.

BRI juga memastikan penyaluran KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel. Hal ini penting karena KUR bersumber dari dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat.

Dengan demikian, kualitas kredit harus tetap terjaga dengan baik. Pengelolaan yang tepat menjadi kunci keberlanjutan program pembiayaan ini.

Jangkauan KUR BRI terhadap rumah tangga juga terus meningkat setiap tahun. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari 100 rumah tangga telah mengakses KUR BRI.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 tercatat 18 rumah tangga, dan pada 2024 sebanyak 17 rumah tangga dari setiap 100 rumah tangga. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
kur bari ekonomi desa umkm KUR BRI