JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menggulirkan berbagai inisiatif untuk mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, perseroan menegaskan komitmennya lewat program BRI Peduli “Yok Kita Gas”.
BRI melaksanakan program tersebut di Bank Sampah Cantik Resik, Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap 21 Februari.
Program ini melibatkan ratusan peserta yang terdiri dari pengurus bank sampah, siswa SMPN 23 Kota Bekasi, dan masyarakat setempat. BRI menghadirkan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah secara langsung kepada masyarakat.
BRI menyampaikan materi tentang inovasi produk pengelolaan sampah berkelanjutan. Materi tersebut diharapkan dapat diadaptasi dan dijalankan masyarakat di Kelurahan Jatikramat.
Dalam sesi edukasi pilah sampah, peserta memperoleh pemahaman tentang pengelolaan sampah rumah tangga yang baik dan benar. Edukasi ini mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.
Peserta juga mengikuti lomba inovasi produk sebagai bagian dari kampanye lingkungan. Kegiatan ini memberi pengalaman nyata dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle.
Baca Juga: Tebar Kebahagiaan Imlek 2026, BRI Peduli Salurkan 1.000 Paket Sembako
Untuk mendukung program tersebut, BRI Peduli menyalurkan bantuan dua unit komposter. Bantuan ini membantu masyarakat mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk padat dan cair sehingga mengurangi limbah ke TPA.
BRI juga memberikan keranjang sampah anorganik dan sejumlah peralatan pendukung lainnya. Dukungan ini memperkuat kapasitas operasional Bank Sampah Cantik Resik.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan komitmen BRI dalam membantu mengatasi persoalan sampah, terutama di wilayah perkotaan. Ia menyebut program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.
“Pelaksanaan Program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ di Bank Sampah Cantik Resik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional merupakan bentuk nyata kepedulian BRI dalam membantu mengatasi permasalahan sampah dan menjaga keseimbangan lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan lingkungan dan penguatan partisipasi sosial.
Baca Juga: PAD Daur Ulang Sampah Ditarget Rp 198 Juta, Puluhan Ton RDF Belum Diambil Pihak Ketiga
Pelaksanaan program di Bekasi berhasil mengumpulkan 95,7 kg sampah yang terdiri dari 8,18 kg sampah organik dan 87,52 kg sampah anorganik. Kegiatan inovasi produk juga menghasilkan empat produk olahan sampah anorganik dan satu produk olahan sampah organik.
Dhanny menyatakan program BRI Peduli “Yok Kita Gas” telah memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan di berbagai wilayah. Program ini selaras dengan komitmen BRI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Sejak diluncurkan pada 2021, program ini telah berjalan di 117 lokasi di Indonesia. Implementasinya mencakup 45 bank sampah, 5 pasar tradisional, 44 kelurahan, 91 sekolah, 44 titik sungai, dan 25 titik Collection Point Vending Machine.
Secara kumulatif, program ini mengumpulkan 519,98 juta kg sampah anorganik dan 779,74 juta kg sampah organik. Program ini juga menghasilkan 1.003 liter pupuk organik cair, 24.025 unit pupuk kompos, 777 liter eco enzyme, serta potensi reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 2.366.226,88 kg CO2e.
Baca Juga: MBG Kering, Sampah Plastik, dan Krisis Etika Lingkungan
BRI turut menyalurkan 12 jenis pelatihan manajemen sampah serta berbagai sarana pendukung. Bantuan tersebut meliputi 45 mesin pengolahan sampah, 44 kendaraan operasional, 50 komposter, 249 tempat sampah, dan 1.960 kantong pilah.
Program ini juga melahirkan lima inovasi produk pengelolaan sampah. Inisiatif tersebut memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di wilayah padat pemukiman atau wilayah perkotaan, mendapatkan manfaat dari program ini, antara lain wawasan tentang kondisi pengelolaan sampah yang meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, serta keterampilan dalam memilah sampah dari rumah sehingga mampu mengatasi persoalan sampah rumah tangga,” imbuhnya. (*/dry)
Editor : Hendriyanto