JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat kinerja positif dalam memperluas akses pembiayaan perumahan terjangkau melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP).
Langkah ini menegaskan peran BRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung Asta Cita serta Program 3 Juta Rumah yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati dalam pertemuan bersama jajaran pimpinan BRI dan pemerintah. Pertemuan itu berlangsung di Kantor Kementerian PKP, Senin (9/2).
Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Arief Mulyadi, serta Menteri PKP Maruarar Sirait. Agenda tersebut membahas evaluasi dan penguatan pembiayaan perumahan nasional.
Sri Haryati mengungkapkan realisasi penyaluran KPP secara nasional sepanjang 2026 telah mencapai Rp3.547 triliun. Dari total tersebut, BRI berkontribusi sebesar Rp1.774 triliun atau setara 49 persen dari total penyaluran KUR Perumahan nasional.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi BRI, Penyaluran KPR Subsidi Tembus 32 Ribu Unit
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan perseroan menargetkan penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp8 triliun sepanjang 2026. Target tersebut ditopang oleh basis nasabah yang besar serta jaringan layanan BRI yang menjangkau hingga pelosok Indonesia.
“Target tersebut didukung oleh kekuatan BRI yang memiliki basis nasabah besar serta jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia, sehingga penyaluran KPR Subsidi dapat dilakukan secara lebih merata dan efektif, khususnya bagi MBR,” ujar Hery.
Menteri PKP Maruarar Sirait turut mengapresiasi kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi nasional. Ia menilai penyaluran pembiayaan oleh BRI menunjukkan tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
“Tahun 2024 ada sekitar 16 ribu unit rumah subsidi yang dibiayai oleh BRI. Pada 2025, realisasinya meningkat menjadi 32 ribu unit. Tahun 2026, BRI menargetkan penyaluran hingga 60 ribu unit rumah subsidi. Terima kasih sekali untuk BRI. Artinya, 60 ribu rakyat akan dapat menikmati rumah,” pungkas Maruarar. (*/dry)
Editor : Hendriyanto