JAKARTA, RadarMadura.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atas kontribusinya dalam mempercepat realisasi program perumahan rakyat. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan ke Kantor Pusat BRI pada Rabu (4/2/2026).
Maruarar menegaskan bahwa peran BRI sangat strategis dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Skema pembiayaan ini menjadi bagian penting dari Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
Ia mencatat kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi meningkat signifikan hingga 100%. Pada 2024, BRI membiayai sekitar 16 ribu unit rumah subsidi, sementara pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 32 ribu unit.
Capaian tersebut menjadi salah satu kenaikan tertinggi di antara bank penyalur KPR subsidi. Peningkatan ini menunjukkan komitmen BRI dalam mendukung akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Saya datang kesini, bertemu dengan Direktur Utama BRI Pak Hery Gunardi untuk mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya. Betul, saya terima kasih sekali. Artinya, ada 32 ribu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), baik petani, nelayan, buruh, asisten rumah tangga, sopir, pengemudi ojek, dan profesi lainnya yang kini dapat memiliki rumah berkat dukungan dan kerja keras BRI,” ujar Maruarar.
Baca Juga: KUR BRI Dorong Produktivitas Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Sejalan dengan itu, Maruarar menekankan bahwa pembangunan rumah subsidi tidak hanya berdampak pada penerima manfaat secara langsung. Program ini juga mendorong penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Dampak ekonomi tersebut dirasakan oleh berbagai sektor pendukung pembangunan. Mulai dari pekerja bangunan, pelaku usaha toko material, hingga sopir angkutan yang mendistribusikan bahan bangunan ke lokasi proyek.
Selain multiplier effect ekonomi, Maruarar juga menyoroti pentingnya keberlanjutan manfaat program perumahan. Ia menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan keluarga harus menjadi bagian dari tujuan utama program.
Dalam konteks tersebut, Maruarar menyoroti peran ekosistem BRI Group melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Program PNM Mekaar dinilai efektif membantu ibu rumah tangga mengembangkan usaha ultra mikro.
Pembiayaan PNM Mekaar dimanfaatkan untuk berbagai usaha produktif. Usaha tersebut antara lain di sektor kuliner, kerajinan tangan, dan kegiatan ekonomi rumah tangga lainnya.
Dukungan BRI terhadap program ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat kecil. Langkah tersebut juga membangun ekosistem berkelanjutan antara penyediaan hunian layak dan penguatan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Petani Buah Naga Banyuwangi Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI
Tercatat, hingga saat ini lebih dari 2,8 juta nasabah PNM Mekaar telah naik kelas. Mereka memperoleh akses layanan keuangan lanjutan melalui Pegadaian dan BRI untuk mengembangkan usaha secara lebih luas.
“Negara hadir melalui BRI. Jadi, negara tidak membiarkan rakyatnya, tetapi negara hadir untuk membantu dan menyelamatkan, termasuk agar masyarakat terbebas dari praktik rentenir melalui akses pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau,” pungkas Maruarar.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyambut baik apresiasi dari Menteri PKP. Ia menegaskan bahwa BRI secara konsisten menjalankan mandat sebagai bank rakyat yang berpihak pada segmen masyarakat kecil.
“BRI saat ini memiliki lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan kemampuan distribusi yang luas tersebut, kami dengan senang hati mendukung penyaluran berbagai program pemerintah,” ucap Hery.
Ia menambahkan bahwa kekuatan jaringan BRI menjadi fondasi penting dalam mempercepat implementasi program strategis pemerintah. Hal ini termasuk dukungan terhadap sektor perumahan rakyat di berbagai daerah.
Baca Juga: Perkuat Investasi Daerah, BRI Kolaborasi dengan BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM
Sebagai mitra strategis pemerintah, sepanjang 2025 BRI telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia.
Dari total penyaluran tersebut, sekitar 97% disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema ini berkontribusi langsung dalam mendukung Program 3 Juta Rumah bagi MBR. (*/dry)
Editor : Hendriyanto