Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Waspada Modus Kejahatan, Ini Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit BRI

Hendriyanto • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:28 WIB

HATI-HATI: BRI mewanti-wanti agar para nasabah teliti modus penipuan.
HATI-HATI: BRI mewanti-wanti agar para nasabah teliti modus penipuan.

JAKARTA, RadarMadura.id — Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transaksi yang cepat, aman, dan fleksibel, penggunaan kartu kredit kian diminati sebagai salah satu instrumen pembayaran non-tunai. Selain memberikan kemudahan, kartu kredit juga membantu nasabah mengelola pengeluaran secara lebih terkontrol.

Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko kejahatan perbankan juga ikut meningkat. Berbagai modus penipuan menyasar data pribadi dan data keuangan nasabah, termasuk data kartu kredit.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pun mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari penyalahgunaan kartu kredit oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa masifnya penggunaan transaksi non-tunai harus diiringi dengan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan data perbankan.

“Penggunaan kartu kredit yang semakin luas perlu dibarengi dengan kewaspadaan tinggi. Nasabah harus memahami berbagai modus kejahatan perbankan agar tidak menjadi korban,” ujar Dhanny.

Ia menjelaskan, beberapa modus yang perlu diwaspadai antara lain phishing, skimming, dan social engineering. Modus-modus tersebut umumnya bertujuan memperoleh data pribadi maupun data transaksi keuangan yang bersifat rahasia.

Baca Juga: BRI VISA Infinite Hadir dengan Desain Baru dan Premium Benefits untuk Nasabah Prioritas

Menurut Dhanny, kartu kredit saat ini menjadi solusi transaksi yang praktis dan fleksibel, baik untuk pembayaran di merchant offline maupun online. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan disiplin dalam menjaga keamanan data.

Sebagai langkah utama pencegahan, BRI mengingatkan nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data kartu kredit, termasuk nomor kartu, tanggal kedaluwarsa (expiry date), dan CVV.

“BRI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia seperti CVV maupun One Time Password (OTP) melalui telepon, SMS, atau email. Jika ada pihak yang meminta data tersebut dan mengatasnamakan BRI, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” tegas Dhanny.

Selain edukasi kepada nasabah, BRI juga secara konsisten memperkuat sistem keamanan transaksi kartu kredit. Pengamanan tersebut mencakup validasi data kartu saat aktivasi, serta pengiriman notifikasi transaksi secara real-time ke perangkat mobile atau email nasabah yang terdaftar.

BRI juga menerapkan penggunaan PIN enam digit untuk transaksi kartu kredit pada mesin EDC (Electronic Data Capture) di merchant yang telah mendukung verifikasi PIN. Langkah ini memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi nasabah.

Untuk transaksi online, BRI menggunakan sistem autentikasi OTP melalui fitur 3D Secure, sehingga setiap transaksi membutuhkan verifikasi tambahan dari pemegang kartu.

Guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan, nasabah diimbau untuk segera melaporkan apabila menerima notifikasi transaksi yang tidak dikenali. Pelaporan dapat dilakukan melalui Contact BRI 1500017 atau aplikasi BRI Credit Card Mobile.

Pelaporan dini sangat penting, terutama apabila kartu kredit atau perangkat mobile banking hilang atau berpotensi disalahgunakan, agar pemblokiran dapat segera dilakukan.

Baca Juga: BRI Raih Resertifikasi ISO 29119, Jadi Bank Pertama di Indonesia Bersertifikasi TMMi Level 3

BRI juga mengingatkan pentingnya melakukan pengkinian data pribadi secara berkala. Pengkinian data finansial, seperti NPWP dan slip gaji terbaru, diperlukan sebagai syarat pengajuan kenaikan limit kartu kredit dengan batas maksimal hingga tiga kali penghasilan bulanan.

Selain itu, pengkinian data alamat rumah, kantor, dan alamat pengiriman tagihan penting untuk memastikan kelancaran pengiriman lembar tagihan maupun kartu pengganti.

Pengkinian data email dan nomor handphone juga menjadi hal krusial, karena digunakan untuk pengiriman e-statement, notifikasi transaksi, kode OTP, hingga informasi promo kartu kredit.

“Dengan memanfaatkan kartu kredit secara bijak dan bertanggung jawab, nasabah dapat menikmati kemudahan bertransaksi sekaligus mengelola pengeluaran dengan lebih terencana,” ujar Dhanny.

Ia menegaskan, BRI akan terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan serta mengedukasi nasabah agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan.

“Tujuannya agar setiap transaksi dapat dilakukan secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (dry)

Editor : Hendriyanto
#bri #kartu kredit #awas penipuan