BANGKALAN, RadarMadura.id – Madu diyakini memiliki manfaat kesehatan yang beragam oleh masyarakat.
Sehingga, madu sering digunakan sebagai bahan utama ramuan jamu tradisional.
Jamu yang mengandung madu dipercaya dapat membantu memelihara kesehatan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Mansour Achmad, warga Desa Burneh, Bangkalan, menilik potensi bisnis olahan madu untuk jamu yang menjanjikan.
Yaitu, memadukan madu liar dengan olor daging kambing melalui proses fermentasi.
Produk hasil fermentasi madu dan olor kambing ini dikenal masyarakat sebagai madu olor. Diyakini manfaatnya untuk kesehatan sangat luar biasa.
”Harga jualnya untuk satu botol ukuran 600 sampai 700 ml itu Rp 1,5 juta,” katanya.
Menurut Mansour, madu olor sebagai bagian dari jamu tradisional bukanlah hal baru.
Namun, belakangan memang orang yang memproduksi jenis jamu fermentasi ini cukup jarang.
”Daging olor kambingnya dicincang kecil-kecil, kemudian dimasukkan ke botol dicampur dengan madu. Habis itu dikubur di tanah selama kurang lebih 41 hari,” jelas salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Asshomadiyah itu.
Pria berbadan tegap itu memproduksi madu olor sudah sejak 2017. Namun, tidak pernah dalam skala besar. Kendalanya, sulit untuk mendapatkan madu liar kualitas super.
Baca Juga: Anggaran Pengadaan Buku Dispusip Bangkalan Rp 200 Juta
”Selain pemilihan daging olor kambing harus yang bagus, madunya juga harus yang super. Karena akan memengaruhi kualitas hasil fermentasi,” terangnya.
Pria 38 tahun itu mengungkapkan, dalam satu bulan, produk madu olor bisa laku sekitar empat botol.
”Kebanyakan yang beli teman antar teman. Karena prosesnya yang membutuhkan waktu, terkadang stok tidak selalu ada,” ujarnya. (c3/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti