Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lulusan Pesantren Sukses Kembangkan Usaha Konveksi

Abdul Basri • Senin, 28 Agustus 2023 | 00:55 WIB

 

SUKSES: Sudarsono membuat baju sekolah di tempat usaha di Desa/Kecamatan Batuan, Sumenep, Sabtu (19/8). (MOH. IQBAL/JPRM)
SUKSES: Sudarsono membuat baju sekolah di tempat usaha di Desa/Kecamatan Batuan, Sumenep, Sabtu (19/8). (MOH. IQBAL/JPRM)

Sudarsono sukses menjalankan usaha konveksi. Omzet sebulan mencapai belasan juta rupiah. Laki-laki 40 tahun itu dulu mondok di Pondok Pesantren Al-Ahsan Loteng, Sumenep.

MOH. IQBAL, Sumenep, RadarMadura.id

PRIA kelahiran Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, ini termasuk orang yang konsisten bergelut dengan kain, jarum, benang, meteran, dan gunting.

Buktinya sejak 2008 sampai awal 2012 bekerja di perusahaan yang bergerak di pembuatan pakaian. Lalu, memutuskan untuk membuka usaha konfeksi sendiri.

Pemilik usaha konfeksi Lukman Collection Sudarsono itu tidak menyangka usahanya bisa berkembang sampai sekarang. Sebab, dia memulai dari nol.

Dulu dia tidak mengetahui ilmu yang cukup di bidang konfeksi.

Namun, mengaku lama bekerja di tempat konfeksi pakaian. Hal tersebut yang membuatnya punya pengalaman dan pengetahuan. ”Saya dari tahun 2008 sampai 2012 bekerja di bidang konfeksi,” katanya.

Warga Desa Torbang, Kecamatan Batuan, itu kemudian memberanikan diri untuk membuka sendiri pada Februari 2012.

Dia ingin mandiri dan tidak terikat dengan orang lain. Namun, saat itu memiliki hambatan keterbatasan peralatan.

”Saat itu saya masih berdua sama istri. Alat masih dua. Alhamdulillah sekarang mesin konfeksi sudah 10 unit dan mempekerjakan 5 orang,” ucapnya.

”Ada yang pesan ke saya dari kepulauan. Paling banyak itu sekolah dan komunitas,” ungkapnya.

Penghasilan usaha yang dijalankan setiap hari tidak menentu. Bergantung pada banyaknya pelanggan. Namun, pasti ada setiap hari.

Yang paling banyak biasanya saat momen tahun ajaran baru. ”Kalau omzet rata-rata Rp 300 ribu per hari, tapi tidak menentu. Sebulan bisa sampai belasan juta,” beber Sudarsono.

Sudarsono berpesan dalam menjalankan usaha tersebut harus konsisten. Dengan begitu, dapat diketahui kelemahan dan kekurangannya.

Sehingga, dapat diperbaiki secara perlahan hingga bisa berkembang dengan pesat. ”Selama ini saya fokus saja di konfeksi,” imbuhnya. (*/luq)

Editor : Abdul Basri
#usaha konveksi #Lulusan Pesantren #sukses