SAMPANG, RadarMadura.id – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Salah seorang calon jemaah haji (CJH) asal Sampang meninggal dunia Rabu (12/6).
Jemaah itu bernama Ahmad Saminuddin Mutawab, 70, dari kelompok terbang (kloter) 98.
Pembimbing KBIH Al-Khodijah Aiman Munif mengungkapkan, Saminuddin meninggal kisaran setengah empat sebelum subuh waktu setempat.
CJH tersebut meninggal lantaran saat sampai di Tanah Suci kesehatannya menurun. ”Jenazah dikuburkan di Makkah,” katanya.
Plt Kasi Haji Kemenag Sampang Saifuddin menerangkan, Ahmad Saminuddin Mutawab meninggal karena sakit.
Warga Jalan Kamboja, Kota Sampang, tersebut saat berangkat didampingi putra pertamanya.
Namun karena sakit yang diderita, sebelum subuh yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.
”Sementara kami hanya mendapatkan informasi seperti itu. Belum mendapatkan data lengkap faktor penyebab jemaah haji tersebut meninggal. Nanti akan kami kabari lebih lanjut,” ujarnya.
CJH dari Kabupaten Sampang yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini 554 orang. Mereka tergabung dalam kloter 98 dan 99. Perinciannya, kloter 98 sebanyak 188 orang dan kloter 99 terdiri atas 366 CJH.
Sementara itu, jemaah mulai melaksanakan satu per satu tahapan ibadah haji. Tidak terkecuali jemaah asal Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam kloter sub 96, 97, dan 98.
”Empat hari yang lalu kami sudah sampai usai melakukan penerbangan dari Juanda, Surabaya, ke Bandara King Abdul Aziz International Airport,” kata Kasubbag TU Kankemenag Sumenep Rifa’i Hasyim melalui sambungan telepon Rabu (12/6).
Teknis pelaksanaan haji tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jemaah haji dilakukan face tracking sebelum pemberangkatan. Setelah tiba di Tanah Suci, mereka langsung diarahkan ke hotel masing-masing.
”Jadi tidak perlu pemeriksaan lagi oleh Pemerintah Arab Saudi. Tiba di sini (Makkah) kami langsung menuju hotel,” ujarnya.
Pria yang juga menjadi pendamping itu mengabarkan, jemaah haji asal Sumenep ditempatkan di sektor 10 daerah kerja Makkah.
Tepatnya di kawasan Misfalah atau sisi sebelah barat Kakbah. ”Semua dalam keadaan sehat,” tambah Rifa’i.
Menurut dia, aktivitas jemaah untuk beberapa hari ke depan mengikuti pembekalan sebelum masuk pelaksanaan haji. Yakni wukuf di Arafah pada Sabtu (15/6), kemudian dilanjut dengan mabit di Mina.
”Sekarang masih mengikuti pelatihan dan pembekalan karena tidak lama lagi akan ada prosesi Armuzna, jemaah haji akan dievakuasi ke Arafah untuk wukuf,” jelasnya.
Rifa’i menyampaikan, jemaah sudah menerima imbauan untuk benar-benar menjaga kesehatan dan tidak melaksanakan aktivitas yang memberatkan.
Dengan demikian, ketika puncak haji tiba, jemaah tidak kelelahan dan bisa menunaikan semua rentetan prosesi pelaksanaan ibadah haji.
”Kami sudah sampaikan imbauan agar mereka paham apa saja aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan selama menunggu puncak haji,” tandasnya. (bai/di/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti