Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jaga Kondusivitas dan Keamanan Nataru, Sumenep Gelar Operasi Lilin, Pamekasan Siapkan Pos Pantau di Tujuh Gereja

Hera Marylia Damayanti • Senin, 25 Desember 2023 | 17:31 WIB
BERTUGAS: Tim gabungan Polres Pamekasan bertugas menjaga keamanan di area pospam di GPIB Jemaat Mahkota Hayat, Jalan Jokotole, Jumat (22/12). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
BERTUGAS: Tim gabungan Polres Pamekasan bertugas menjaga keamanan di area pospam di GPIB Jemaat Mahkota Hayat, Jalan Jokotole, Jumat (22/12). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

MADURA, RadarMadura.id – Operasi Lilin Semeru (OLS) di Kabupaten Sumenep dimulai Jumat (22/12). Kegiatan itu dilaksanakan selama perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Terdapat berbagai kegiatan yang dilaksanakan untuk menyambut natal dan tahun baru (nataru). Yakni, penyusunan rencana operasi (renop) dan rapat koordinasi (rakor) eksternal yang dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.

Mulai dari Kodim 0827/Sumenep, dinas komunikasi dan informatika (diskominfo), badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), dan satpol PP. Kemudian, dinas perumahan kawasan permukiman dan perhubungan (disperkimhub), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Lalu, kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) dan pemadam kebakaran (damkar). Kemudian juga melibatkan perwakilan dari tokoh yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko menyampaikan, rakor eksternal yang dilaksanakan untuk mematangkan persiapan pengamanan. Yaitu, melalui OLS selama masa perayaan nataru. ”Pengamanan nataru diprioritaskan di gereja sebagai tempat umat Nasrani merayakan Natal. Kemudian, di tempat wisata,” ujarnya.

Keterlibatan berbagai unsur diharapkan mampu memberikan pengamanan lebih maksimal. Terutama, untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).  ”Sehingga, perayaan nataru bisa berjalan lancar,” ucapnya.

Edo menyatakan, selama situasi dan kondisi cuaca ekstrem harus diwaspadai. Sebab, sekarang sudah memasuki musim hujan. Potensi terjadinya bencana alam seperti angin puting beliung, banjir, dan longsor patut diwaspadai.

Berdasar pantauan sementara, situasi kamtibmas di Kota Keris menjelang nataru kondusif. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat semua unsur yang terlibat dalam OLS lengah dalam melakukan pengamanan. Harus tetap bersiaga.

”Terutama, berkaitan dengan kemungkinan terjadinya ancaman teror untuk mengacaukan perayaan nataru. Apalagi, sekarang bertepatan dengan momentum menjelang Pemilu 2024,” tegasnya.

Edo menambahkan, personel yang dikerahkan untuk pengamanan nataru selama pelaksanaan OLS sebanyak 265 orang. Terdiri atas anggota Polri, TNI, disperkimhub, satpol PP, dinkes P2KB, senkom, damkar, KSOP, kamla, banser, dan pemuda gereja. Sedangkan pos yang disiapkan untuk pelaksanaan OLS ada di 18 titik lokasi.

”Operasi Lilin Semeru ini dilaksanakan selama 12 hari. Dimulai Jumat (22/12)–Selasa (2/1/2024),”  imbuhnya.

SIAGA: Dua personel Kepolisian berjaga di pospam Polres Pamekasan di area sebelah timur Alun-Alun Arek Lancor, Jumat (22/12). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
SIAGA: Dua personel Kepolisian berjaga di pospam Polres Pamekasan di area sebelah timur Alun-Alun Arek Lancor, Jumat (22/12). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

Pelaksanaan OLS juga diupayakan dapat mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Maka dari itu, diharapkan ada kebijakan pembatasan operasional angkutan barang, penerapan rekayasa, dan pengendalian lalu lintas.

”Perayaan nataru harus berlangsung dengan kondusif. Maka dari itu, diharapkan semua masyarakat bisa saling bekerja sama melakukan pengamanan dan menjaga ketertiban,” pungkasnya.

Sedangkan di Kabupaten Pamekasan, pengamanan nataru melibatkan 211 personel dari lintas sektor untuk menjaga kondusivitas dan keamanan Kota Gerbang Salam. Durasi pengamanan yang dilakukan sama, yakni hingga Selasa, 2 Januari 2024.

Kasihumas Polres Pamekasan Sri Sugiarto mengatakan, terdapat beberapa lembaga yang terlibat dalam pengamanan OLS. Di antaranya, Subdenpom TNI, Kodim 0826/Pamekasan, dishub, satpol PP, dinkes, PMI, Pramuka.

”Sehingga, nanti semuanya berkolaborasi untuk menyukseskan operasi itu dengan baik,” ujarnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan, lembaganya telah menyiapkan satu posko pengamanan (pospam) nataru di area Alun-Alun Arek Lancor Pamekasan. Juga, pos pantau di tujuh gereja yang perlu dilakukan pengamanan.

”Pos tersebut difokuskan untuk pelayanan terpadu di area Arek Lancor sebelah timur, sedangkan pospam ditempatkan di berbagai titik gereja-gereja,” terangnya.

Personel gabungan yang dikerahkan untuk masing-masing pos pengamanan berbeda-beda. Namun yang pasti, penjagaan tidak hanya dilakukan di gereja yang digunakan tempat ibadah. Tetapi, juga gereja yang tidak digunakan untuk beribadah.

”Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Pihaknya mengajak kepada semua masyarakat agar bijak dalam menyambut nataru. Yakni, dengan tidak terlalu bereuforia dan terus menjaga toleransi. Sehingga, kamtibmas di Pamekasan dapat terjaga dengan baik, aman, dan kondusif. ”Mari bersama menciptakan suasana yang kondusif, aman, lancar, dan saling toleran,” ajaknya. (bus/bai/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#fkub #Natal #keamanan #operasi #sumenep #Kamseltibcarlantas #pamekasan #nataru #OLS #pospam #pengamanan #operasi lilin semeru #gereja