BANGKALAN, RadarMadura.id – Bentrokan yang diduga melibatkan dua kelompok terjadi di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Senin (27/7/2026). Insiden tersebut diwarnai suara tembakan yang menggegerkan warga dan mengakibatkan seorang warga bernama Bambang mengalami luka tembak.
Korban yang merupakan warga Desa Berbeluk langsung dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk mendapatkan perawatan. Berdasarkan keterangan korban, ia mengalami luka tembak di bagian punggung dekat pinggang dan kaki kiri.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Sumenep: Sinergi Partai dan Media Kunci Transparansi Pembangunan
Saat ditemui di rumah sakit, Bambang menuturkan peristiwa itu bermula ketika seorang pria membeli rujak dan memarkir kendaraannya di bahu jalan. Adiknya, Mustofa, kemudian menegur pria tersebut agar memindahkan kendaraan karena dinilai membahayakan pengguna jalan.
"Mohon maaf mas, ini parkirnya berbahaya, takut mobilnya sampean ditabrak orang," ujar Bambang menirukan perkataan adiknya.
Menurut Bambang, teguran tersebut justru mendapat respons kurang baik. Ia mengaku pria tersebut menolak memindahkan kendaraannya dan sempat mengaku berasal dari Kecamatan Geger sambil mengeluarkan senjata tajam jenis pisau.
"Sama adik saya dibilang tunggu saja di sini dan bilang ke kakaknya yang bernama Mustajib," tuturnya.
Bambang mengatakan, tidak lama kemudian Mustofa dan Mustajib kembali ke lokasi, namun pria tersebut sudah tidak berada di tempat. Saat hendak pulang, mereka kembali bertemu dengan pria itu di area sebuah swalayan.
Menurut Bambang, adiknya sempat mengejar pria tersebut untuk mengetahui nomor polisi kendaraannya. Setelah nomor kendaraan diketahui, pengejaran dihentikan.
"Setelah diketahui plat nomornya, adik saya berhenti, tidak mengejar lagi," katanya.
Sekitar satu jam kemudian, Bambang mengaku rombongan yang terdiri atas sejumlah mobil datang ke lokasi. Menurutnya, rombongan tersebut langsung menyerang kelompoknya.
Baca Juga: Dari Jepara ke Mancanegara, KAINRATU Kembangkan Tenun Troso Lewat Pembinaan BRI
"Rombongan saya ada sekitar enam orang saat itu, mereka menembak secara brutal," ucapnya.
Bambang memperkirakan terdapat sekitar 20 orang yang datang menggunakan kurang lebih 10 mobil. Ia juga mengaku beberapa orang membawa senjata api, sementara lainnya membawa senjata tajam.
Korban mengaku tidak membawa senjata dan berusaha menghindari tembakan yang dilepaskan. Namun, ia akhirnya terkena tembakan.
"Hanya berjarak sekitar dua atau tiga meter saja. Saya mundur selangkah, mereka maju hingga akhirnya mengenai perut dan kaki saya," paparnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Eriek Triyasworo membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Namun, pihaknya belum dapat menyampaikan motif kejadian karena penyelidikan masih berlangsung.
"Benar ada insiden tembakan tadi siang, dan masih kami dalami," pungkasnya. (za/dry)
Editor : Hendriyanto