BANGKALAN, RadarMadura.id – Proyek rehabilitasi Pasar Sepulu dianggarkan ratusan juta.
Namun, kegiatan yang melekat di Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan tersebut belum digarap.
Sementara pemilihan rekanan pelaksana sudah dilakukan.
Kepala Diskop Umdag Bangkalan Moh. Rasuli menyatakan, terdapat beberapa pasar tradisional yang menjadi sasaran program rehabilitasi tahun ini.
Antara lain, Pasar Blega, Pasar Lomaer, Pasar Arosbaya, dan Pasar Tragah.
”Banyak fasilitas pasar yang rusak. Makanya butuh penanganan untuk direhabilitasi,” ujarnya.
Rehabilitasi prasarana pasar diharapkan dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Apalagi, pasar tradisional menjadi tulang punggung pendapatan bagi Diskop Umdag Bangkalan dalam memenuhi target PAD.
”Kami berharap pedagang dan pengunjung merasa aman dan nyaman saat bertransaksi di pasar,” imbuhnya.
Rasuli mengakui pemilihan rekanan sudah dilakukan.
Namun, dia tidak tahu-menahu saat disinggung belum dilaksanakannya rehabilitasi Pasar Sepulu oleh CV Raisa Putri Perdana selaku rekanan terpilih.
”Harusnya iya (sudah dimilai),” sambung mantan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan tersebut.
Rusli, pimpinan CV Raisa Putri Perdana, mengakui perusahaannya dipilih sebagai pelaksana proyek rehabilitasi Pasar Sepulu.
Dia tak memungkiri pengerjaannya hingga saat ini belum dimulai. Alasannya, belum dilaksanakan penandatanganan kontrak.
”Belum berkontrak, pengerjaannya berupa pemasangan paving,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti