BANGKALAN, RadarMadura.id – Dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah kekeringan dilakukan sejak pekan lalu.
Sayangnya, pendistribusian masih terbatas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan beralasan terkendala armada.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja menyampaikan, dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sudah dilaksanakan sejak Jumat (3/7).
Setiap desa mendapatkan bantuan air bersih dengan kapasitas 5.000 liter.
”Dropping air bersih mulai dilakukan ke masing-masing desa terdampak kekeringan,” ujarnya.
BPBD mencatat, sekitar 20 desa mengajukan permintaan air bersih. Hanya, pihaknya belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih tersebut secara bersamaan.
Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan tidak memiliki armada yang cukup untuk distribusi air bersih.
”Dropping dilakukan secara bertahap karena tidak memungkinkan, aramada yang dimiliki terbatas,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Yayak itu menjelaskan, dropping air bersih dijadwalkan sesuai usulan.
Desa yang mengusulkan lebih awal akan didahulukan dikirim air bersih. Dalam sehari pengiriman air bersih hanya berkisar dua sampai tiga kali pengiriman.
”Kadang sehari hanya dua pengiriman. Tidak memungkinkan untuk melakukan pengiriman lebih karena jaraknya cukup jauh,” terangnya.
Yayak menuturkan, jadwal dropping air bersih tidak pasti. Sebab instansinya juga perlu berkoordinasi dengan pihak PDAM selaku penyedia air dan armada. ”Tidak setiap hari, menunggu kesiapan armada,” tuturnya.
Fauzi, warga Desa Klapayan, Kecamatan Sepulu, sudah merasakan dampak dari kekeringan.
Tidak hanya dirinya, masyarakat sekitar juga kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Menurutnya, bencana kekeringan rutin terjadi setiap kemarau.
”Kekurangana air bersih mulai terjadi dalam beberapa pekan terakhir,” tandasnya. (za/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti