BANGKALAN, RadarMadura.id – Guru dan siswa SDN Banjar 4, Kecamatan Galis, Bangkalan, bakal lebih lama belajar di ruang kelas darurat.
Pasalnya, sekolah tersebut gagal mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat.
Sementara, Dispendik Bangkalan mengaku tak punya anggaran untuk rehabilitasi sekolah.
Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto menyampaikan, sekolah tersebut sudah diajukan program revitalisasi reguler ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah (Kemendikdasmen).
Namun, SDN Banjar 4 gagal memperoleh program revitalisasi pada usulan pertama.
”SDN Banjar 4 sudah kami ajukan revitalisasi, tapi belum disetujui,” ujarnya saat dikonfirmasi JPRM.
Yusri tidak menyangkal jika satu-satunya cara untuk memperbaiki gedung sekolah yang rusak hanya bergantung pada program pemerintah pusat.
Sebab, pihaknya tidak memungkinkan untuk merealisasikan program revitalisasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Sebab, anggarannya terdampak efisiensi.
”Kami tidak memiliki anggaran untuk melakukan perbaikan. Jadi satu-satunya cara hanya melalui usulan program revitalisasi,” ungkapnya.
Pihaknya tidak akan putus asa dan akan mengusulkan lagi pada program revitalisasi tahap dua.
Dia berharap usulan perbaikan ruang kelas untuk SDN Banjar 4 bisa disetujui pada usulan tahap dua.
”Tahap pertama belum disetujui dan akan kami usulkan kembali pada tahap dua nanti,” tuturnya.
Baca Juga: Dispendik Bergantung kepada Kemendikdasmen, Dalam Merevitalisasi SDN Banjar 4
Kepala SDN Banjar 4 Chotim menyatakan, kondisi gedung sekolah cukup memprihantinkan.
Siswa terpaksa melangsung pembelajaran di ruang kelas darurat yang dibuat para guru dan wali siswa menggunakan bambu.
Dia berharap tahun ini lembaganya bisa mendapatkan program revitalisasi.
”Sudah kami usulkan, tapi belum disetujui oleh Kemendikdasmen,” ucapnya.
Pihaknya menginisiasi patungan dengan semua guru untuk memperbaiki sarana dan prasarana (sarpras) sekolah. Uang hasil patungan tersebut dikumpulkan di kas sekolah.
”Guru patungan untuk memperbaiki sarpras sekolah sedikit demi sedikit,” tutupnya. (za/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti