BANGKALAN, RadarMadura.id – Suspend enam satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Bangkalan belum dicabut.
Pemicunya, tidak memiliki instalasi pengolahan air dan limbah (IPAL) sesuai standar.
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengaku belum menerima update terbaru dari BGN soal pencabutan suspend SPPG asal Kota Salak.
Itu artinya, SPPG yang dihentikan beroperasi sementara masih tetap enam dapur.
”Masih tersisa enam dapur (yang di-suspend),” jelasnya.
Saat ini semua SPPG di Bangkalan tidak beroperasi selama masa libur sekolah.
Kesempatan tersebut seharusnya dimanfaatkan enam SPPG yang di-suspend untuk melakukan pembenahan dan evaluasi. Khususnya berkaitan dengan pemenuhan IPAL.
”Mumpung sekolah masih libur, sebaiknya segera tuntaskan IPAL-nya,” sarannya.
Mantan kepala Dispendik Bangkalan itu menambahkan, selain enam dapur yang di-suspend karena IPAL, juga ada lima lainnya ditutup sementara karena persoalan internal.
Seperti tidak memiliki ahli gizi, kepala SPPG, hingga perselisihan antara mitra dan pihak yayasan.
”Kami belum mendapatkan data terbaru apakah sudah ada suspend yang dicabut,” tutupnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti