Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dana Tak Cair, 14 Dapur Berhenti Beroperasi, Total 25 SPPG Tidak Melayani Penerima Manfaat

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 10 Juni 2026 | 06:09 WIB
BERI PENJELASAN: Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika saat dimintai keterangan Selasa (9/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
BERI PENJELASAN: Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika saat dimintai keterangan Selasa (9/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan kembali menghadapi kendala.

Sebanyak 14 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terpaksa menghentikan operasional karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.

Kondisi tersebut menambah daftar dapur MBG yang tidak beroperasi. Saat ini, total 25 SPPG di Kota Salak berhenti sementara dengan berbagai alasan.

Jumlah SPPG yang telah beroperasi di Bangkalan tercatat sebanyak 123 unit.

Baca Juga: Lima KDMP di Bangkalan Belum Beroperasi, Meski Sudah Diresmikan Presiden RI

Namun, enam dapur masih disuspensi karena belum memenuhi ketentuan terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL). 

Selain itu, lima dapur lainnya berhenti beroperasi akibat persoalan internal.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan Bambang Budi Mustika menjelaskan, dari total 25 dapur yang tidak beroperasi, 14 di antaranya terkendala pencairan anggaran.

Enam dapur disuspensi, lima dapur terkendala masalah internal, sedangkan 14 dapur lainnya berhenti karena dana operasional belum cair, terangnya Selasa (9/6).

Menurut Bambang, lima dapur yang mengalami persoalan internal antara lain karena belum memiliki kepala SPPG, tenaga ahli gizi, hingga adanya konflik antara pemilik dapur dan pihak yayasan.

Dia menambahkan, belasan dapur yang berhenti akibat keterlambatan pencairan anggaran dapat kembali beroperasi segera setelah dana dari BGN ditransfer.

Sebab, saat ini penggunaan dana talangan sudah tidak diperbolehkan.

Kalau anggaran dari BGN sudah cair, dapur bisa langsung beroperasi kembali. Sekarang tidak boleh lagi menggunakan dana talangan, ujarnya.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan kapan 14 dapur tersebut kembali melayani penerima manfaat.

Baca Juga: Global Private Banker Nobatkan BRI sebagai Best Private Bank di Indonesia Transformasi Wealth Management BRI

Sebab, seluruhnya bergantung pada proses pencairan dana dari pemerintah pusat.Kalau hari ini dananya cair, besok dapur sudah bisa beroperasi lagi, katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Kemayoran 1 Nurhayati Eka mengaku telah menerima pemberitahuan penghentian sementara distribusi MBG dari pihak dapur sejak Jumat (5/6).

Dalam surat pemberitahuan tersebut, dapur menyampaikan bahwa mulai Senin (8/6) pendistribusian makanan dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Sejak kemarin sampai hari ini sekolah kami belum menerima pendistribusian MBG, katanya.

Eka mengaku belum mengetahui kapan layanan MBG di sekolahnya kembali berjalan. Sebab, hingga saat ini belum ada informasi lanjutan dari pihak pengelola dapur.

Di SDN Kemayoran 1 sendiri, jumlah penerima manfaat program MBG relatif banyak. Yakni, mencapai 880 siswa.

Jika terus tidak ada kepastian, siswa sangat dirugikan. ”Belum ada informasi lanjutan sampai sekarang, tandasnya. (za/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#25 SPPG #berhenti sementara #terkendala pencairan anggaran #Mbg #BGN