BANGKALAN, RadarMadura.id – Kasus penganiayan yang mengakibatkan Syaifuddin, 40, warga Desa Soket Loak, Kecamatan Tragah meninggal sudah berjalan empat hari. Hingga kemarin (6/6), Polres Bangkalan belum berhasil menangkan pelaku, Jailani.
Polisi juga mengaku belum bisa mengungkap motif pembacokan yang dilakukan terduga pelaku yang tidak lain adalah kakak ipar korban. Polisi berdalih saksi belum diperiksa karena masih dalam suasana berduka.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama tidak menampik jika hingga saat ini terduga pelaku pembacokan belum diamankan. Dia menyatakan, pelaku melarikan diri setelah menganiaya korban. Anggota satreskirm terus melakukan pengejaran sejak peritiwa berdarah itu terjadi.
”Pelaku belum berhasil kami amankan dan masih dalam pengejaran polisi,” ucapnya.
Agung mengutarakan, pihaknya belum bisa berspekulasi soal motif dan pemicu penganiayaan tersebut. sebab saksi-saksi belum bisa dimintai keterangan. Sebagian warga menyatakan pembacokan tersebut dipicu kesalahfahaman akibat kandang bebek.
”Kami belum bisa memastikan karena saksi-saksi belum diperiksa dan pelaku belum kami amankan,” tuturnya.
Insiden berdarah itu terjadi pada Rabu (3/6) malam sekitar pukl 19.30. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, pelaku Jailani mendatangi rumah korban sebelum terjadi pembacokan.
Keduanya sempat salaman. Namun beberapa menit kemudian pelaku langsung mengeluarkan sebilah celurit dan mengayunkan kepada tubuh korban. ”Korban dan pelaku ini masih keluarga dan sebelum kejadian sempat bersalaman,” ujarnya.
Korban Syaifuddin harus dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan karena mengalami luka serius. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong. Korban mengalami luka bacok sekitar 20 centimer hingga tembus usus. Dokter forensik menyebutkan luk pada usus itu menjadi penyebab kematian korban.
”Lukanya hanya satu, tapi fatal karena mengenai usus dan itu yang menjadi penyebab kematiannya,” ungkap dokter forensik RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Edy Suharto. (za/bil)
Editor : Amin Basiri