Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Disaksikan Istri dan Anak, Warga Tragah Aniaya Adik Ipar hingga Tewas

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 5 Juni 2026 | 04:47 WIB

KORBAN PENGANIAYAAN: Aparat dan tim medis membawa korban ke ruang pemulasaraan jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan, Rabu (3/6) pukul 21.58. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

KORBAN PENGANIAYAAN: Aparat dan tim medis membawa korban ke ruang pemulasaraan jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan, Rabu (3/6) pukul 21.58. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Jailani, 50, warga Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, tega menghabisi adik iparnya, Syaifuddin, 40.

Pemicunya, konon terduga pelaku kesal dengan kandang bebek milik korban yang menebarkan aroma tidak sedap.

Kejadian yang sempat membuat masyarakat setempat geger itu terjadi pada Rabu (3/6) sekitar pukul 19.30. Ceritanya, terduga pelaku mendatangi rumah korban.

Keduanya bersalaman dan sempat mengobrol. Saat itu istri korban berinisial SY juga berada di rumah.

Baca Juga: Pantau Layanan Melalui Kegiatan SERASI, BPJS Kesehatan Gandeng Ombudsman, YLKI dan BPKN RI

Berselang beberapa menit kemudian, terduga pelaku mengambil sebilah celurit dari pinggangnya dan langsung menebas pinggang kiri korban hingga korban terjatuh.

Kejadian menegangkan itu disaksikan langsung oleh istri dan anak korban.

Setelah menganiaya adik iparnya, terduga pelaku langsung melarikan diri. Sementara pihak keluarga langsung membawa korban ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Namun, upaya keluarga untuk mempercepat korban mendapatkan perawatan medis tidak sesuai harapan.

Setiba di rumah sakit, nyawa korban sudah tidak tertolong. Luka sayatan yang dialami cukup fatal karena mengenai usus.

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, korban diduga sudah meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Syamrabu Bangkalan.

Sebab, korban mengalami luka yang cukup serius. ”Ususnya sampai terburai,” ungkapnya.

Agung menyatakan, sebelum kejadian, sempat ada kesalahpahaman antara terduga pelaku dan korban.

Baca Juga: Pendaftaran Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka, Berikut Syarat dan Ketentuannya

”Informasi dari keluarga ada kesalahpahaman, tetapi belum bisa kami jelaskan secara detail seperti apa,” katanya.

Menurutnya, polisi saat ini terus memburu terduga pelaku. ”Untuk proses pemeriksaan saksi tetap akan dilakukan polisi, tetapi menunggu momen yang tepat. Sebab, masih dalam suasana berkabung,” ujarnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan dr Edy Suharto menjelaskan, korban mengalami satu luka di bagian perut sebelah kiri.

”Hasil otopsi, ada luka robek di usus yang menjadi penyebab kematian korban, dan itu cukup fatal,” ujarnya.

Diterangkan, luka sayatan akibat sabetan senjata tajam itu cukup serius dengan lebar kurang lebih 20 sentimeter dan cukup dalam hingga mengenai usus.

”Kami memprediksi terduga pelaku menyabetkan senjata tajam dari bagian perut depan hingga tembus ke bagian belakang,” paparnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Luka sayatan #meninggal #penyebab kematian #Kecamatan Tragah #senjata tajam