BANGKALAN, RadarMadura.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim me-launching program Satu Desa Satu Sarjana Senin (1/6).
Program peningkatan sumber daya manusia (SDM) itu diluncurkan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lahir Pancasila.
Orang nomor satu di Bangkalan itu menjelaskan, program itu dihadirkan untuk memberikan akses kepada generasi penerus agar bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Yaitu, melalui pemberian beasiswa pendidikan.
Program yang diluncurkan diperuntukkan bagi generasi penerus yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Maka syaratnya, harus masuk di data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).
”Serta wajib masuk kategori desil satu sampai lima,” ujar Lukman Senin (1/6).
Mantan Kades Katol Barat itu berharap, program yang diluncurkan mendapat dukungan dari berbagai stakeholder di Bangkalan.
Mulai dari pengusaha hingga korporasi yang ada di Bangkalan.
”Pemerintah hanya memotori, bukan tidak mungkin ke depan satu ìdesa ada dua hingga tiga sarjana dengan adanya dukungan stakeholder. Misalnya, melalui pola orang tua asuh,” ujarnya.
Lukman menambahkan, beasiswa pendidikan yang diluncurkan dibagi dalam dua skema. Yakni, beasiswa bagi mahasiswa baru dan on going.
Kuota beasiswa pendidikan bagi mahasiswa baru ada 18. Sementara untuk mahasiswa on going kuotanya 100.
”Beasiswa bagi mahasiswa baru berupa bantuan keuangan secara penuh, termasuk dengan biaya hidup. Sedangkan bagi mahasiswa on going bantuannya berupa uang kuliah tinggal (UKT),” katanya.
Lukman menambahkan, program Satu Desa Satu Sarjana itu terasa sangat istimewa.
Sebab, diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Itu sebagai wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan SDM yang berkeadilan.
Yakni, sebagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
”Kami ingin memastikan bahwa setiap desa memiliki generasi muda yang berpendidikan tinggi, berdaya saing, dan mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan Kabupaten Bangkalan,” ujar Bupati. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti