BANGKALAN, RadarMadura.id – Keinginan keluarga almarhum Ghofirul Kasyfi untuk melakukan ekshumasi belum diwujudkan.
Sebab, permohonan yang diajukan ke Koarmada II TNI AL tidak direspons.
Mohammad Sholeh, kuasa hukum keluarga Ghofirul Kasyfi menyatakan, permintaan ekshumasi otopsi jasad anggota TNI yang dianggap meninggal tidak wajar tersebut belum direspons.
Oleh sebab itu, pihaknya melayangkan surat ke Komisi I DPR RI untuk melakukan audiensi guna mengungkap kematian anggota TNI AL asal Bangkalan tersebut.
"Sudah sepekan lebih permohonan diajukan, tapi belum mendapatkan respons," ujarnya.
Surat permohonan ekshumasi dilayangkan, Selasa (5/5).
Pihaknya menduga, Koarmada II TNI AL tetap meyakini Ghofirul Kasyfi meninggal karena bunuh diri (bundir), bukan soal penganiayaan atau kekerasan.
"Tapi untuk memastikan itu kami tetap menginginkan dilakukan otopsi. Kalau memang hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan kami akan menerimanya," ujar pria yang akrab disapa Cak Sholeh itu.
Pihaknya berharap, permohonan audiensi yang dilayangkan ke wakil rakyat di Senayan mendapat respons positif.
Sehingga, dapat menguak sebab musabab kematian anggota TNI AL yang baru dilantik 2025 lalu tersebut.
”Nanti agar keluarga dapat menceritakan semua kejanggalan di hadapan DPR RI," katanya.
Sebelumnya, Koarmada II TNI AL mengeluarkan surat pernyataan resmi soal kematian Ghofirul Kasyfi.
Namun, dalam surat tidak disinggung soal adanya dugaan penganiayan terhadap korban yang diduga dilakukan seniornya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti