BANGKALAN, RadarMadura.id – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan tahun ini mengalami penyusutan yang sangat drastis.
Jika pada 2025 mencapai Rp 11 miliar, tahun ini hanya Rp 1,5 miliar.
Kepala Disperinaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmana mengakui bahwa DBHCHT tahun ini menyusut dan sangat berdampak terhadap peningkatan kompetensi pelatihan kerja yang diselenggarakan di balai pelatihan kerja (BLK).
Termasuk dalam upaya pemerintah menekan angka pengangguran dan kesejahteraan tenaga kerja.
”Juga pelaksanaan program-program pelatihan kerja berbasis kompetensi dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dia mengatakan, karena DBHCHT tahun ini menyusut, maka jumlah pelatihan kerja juga berkurang.
Jika tahun lalu mengadakan 16 pelatihan kerja, tahun ini hanya tujuh jenis pelatihan kerja.
”Yakni enam pelatihan berbasis kompetensi dan satu pelatihan kerja berbasis kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Jemmi menjelaskan, saat ini institusinya hanya bisa memaksimalkan potensi yang ada. Sebab, kondisi fiskal daerah belum mendukung.
”Kebijakan efisiensi anggaran juga sangat berdampak terhadap sektor peningkatan kompetensi para tenaga kerja,” imbuhnya.
Ditambahkan, penyusutan DBHCHT juga berdampak terhadap penanganan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bangkalan.
”Sebab, program pelatihan kerja juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka pengangguran di daerah setempat,” pungkasnya. (c1/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti