BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Seorang anak buah kapal (ABK) Kinta Perjaya bernama Sri Samto dilaporkan hilang, Minggu (10/5).
Korban hilang tanpa penyebab yang jelas. Ternyata jasadnya ditemukan mengapung di perairan Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, sekitar pukul 14.00, Senin (11/5).
Kasatpolairud Polres Bangkalan Iptu Muarib mengatakan, anggota langsung terjun ke tempat kejadian perkara setelah menerima informasi adanya penemuan mayat di perairan Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal.
Anggotanya mengevakuasi mayat korban dan langsung dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan.
Korban yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki menggunakan pakaian kerja atau wearpack warna oranye.
Dari itu, korban langsung diduga sebagai ABK landing craft transport (LCT) Kinta Perjaya yang dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
”Setelah diperiksa, mayat diketahui bernama Sri Samto, chief atau mualim I Kapal Kinta Perjaya,” ujarnya.
Korban diduga mengalami kecelakaan kerja saat berada di kapal. Dia diduga terjatuh dari kapal tempatnya kerja sekitar pukul 21.00, Minggu (10/5).
Berdasarkan keterangan seorang saksi dari Kapal Kinta Perjaya menyebutkan, sebelum hilang, korban sempat memperbaiki terpal yang dipasang di excavator yang ada kapal.
”Saksi sempat melihat korban mundur lebih awal saat memperbaiki terpal di kapal, dan saat itu korban tidak terlihat lagi,” sambungnya.
Rekan-rekannya sempat mencari korban, namun tidak ditemukan. Akhirnya perwakilan ABK Kapal Kinta Perjaya melapor kepada pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Surabaya.
Baca Juga: Mayat Perempuan Mengapung di Perairan Kamal, Bangkalan, Teridentifikasi Warga Sidoarjo
Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Ditpolairud Polda Jawa Timur.
”Pihak kapal sudah melaporkan kejadian tersebut ke KSOP Surabaya,” tambahnya.
Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan Edy Suharto menyampaikan, hasil pemeriksaan tidak ditemukan luka-luka akibat kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah sudah dijemput dan sudah dipulangkan ke kediamannya di Tasikmalaya.
”Tidak ditemukan luka yang disebabkan kekerasan, jenazah sudah dibawa pulang ke Tasikmalaya,” paparnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti