BANGKALAN, RadarMadura.id - Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan sepi pengunjung. Kondisi itu dikeluhkan pedagang. Sebab, berdampak terhadap pendapatan para pedagang.
Muhammad Soleh, seorang pedagang di Pasar Ki Lemah Duwur menyatakan, sepinya pengunjung di pasar yang berlokasi di Jalan Halim Perdanakusuma itu berlangsung lama. Yakni, sejak pandemi covid-19.
"Sudah dari dulu yang sepi dan sampai sekarang ini tidak ada perubahan, malah makin sepi. Ditambah lagi saat sudah ada penjualan online ," ujar Soleh, Sabtu (2/5/).
Kini banyak masyarakat yang lebih memilih belanja secara online di marketplace dibandingkan ke pasar.
Akibatnya, omzet pendapatan para pedagang makin seret.
"Sepinya itu bukan kadang-kadang, tapi setiap hari. Setiap hari hampir tidak ada pengunjung," ungkanya.
Namun di sisi lain pedagang dibebani retribusi pasar. Sehingga pendapatan yang bisa dibawa pulang para pedagang tidak seberapa.
Dalam sehari keuntungan yang didapatkan tidak pernah lebih dari Rp 100 ribu.
Soleh mengaku sudah melakukan penyesuaian dengan berjualan online, namun tetap tidak dapat bersaing. Sebab banyak yang menjual produk yang lebih murah di marketplace.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah turun tangan untuk menyikapi sepinya Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Mohammad Rasul mengatakan, sepinya pengunjung pasar dipengaruhi ketatnya persaingan melalui online.
Pemkab Bangkalan mendorong pedagang untuk beradaptasi dengan memanfaatkan platform digital sebagai sarana tambahan dalam menjual barang dagangannya.
"Betul, memang kondisi pasar saat ini sangat sepi, bahkan keadannya kian memburuk. Pedagang sebisa mungkin juga harus berjualan online.," katanya. (c1/jup)
Editor : Amin Basiri