Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Korban Tergiur Keuntungan Besar, Kasus Dugaan Penipuan Bermodus Arisan

Hera Marylia Damayanti • Senin, 27 April 2026 | 17:40 WIB
Ilusrasi Arisan Bodong (Meta AI)
Ilusrasi Arisan Bodong (Meta AI)

BANGKALAN, RadarMadura.id – M (inisial) warga Desa/Kecamatan Socah menjadi salah satu korban arisan bodong yang merugikan puluhan masyarakat hingga mencapai sekitar Rp 10 miliar. M mengaku tergiur dengan keuntungan besar yang dijanjikan terduga pelaku.

Korban mengaku kenal dengan terduga pelaku Farida pada 2024 lalu melalui aplikasi WhatsApp. Saat itu juga M memutuskan untuk ikut bergabung di arisan yang diketuai Farida. Uang yang harus disetorkan adalah Rp 1 juta per bulan.

Beberapa minggu kemudian, Farida merayunya kembali membeli arisan. Tetapi, saat itu M tidak tertarik. Sehingga, Farida kembali merayunya dengan iming-iming keuntungan yang cukup besar.

”Tawaran itu yang membuat saya tergiur, beli Rp 18 juta bisa dapat uang sebesar Rp 20 juta,” ujarnya.

M akhirnya terus-menerus membeli arisan kepada Farida selama tiga tahun. Namun, kebahagiaan itu justru membuatnya terperosok ke dalam jurang arisan bodong. Sebab, Farida memberitahunya bahwa uang arisan yang dikumpulkan dibawa kabur temannya.

M mengira kabar itu benar terjadi. Namun, berselang dua hari kemudian, banyak warga yang merasa jadi korban dan mendatangi Farida. Setelah didesak para korban, Farida pun mengakui bahwa uang para korban dikelola sendiri dan tidak pernah ada join dengan siapa pun.

”Setelah didatangi oleh para korban, dia mengaku bahwa uang itu dia puter sendiri dan tidak ada anggotanya alias arisan bodong,” katanya.

M menyatakan ada sekitar 83 orang yang menjadi korban dari arisan bodong tersebut. Jika dikalkulasi, kerugian yang dialami warga sekitar Rp 10 miliar. Termasuk uang miliknya yang belum dikembalikan.

”Gaya hidupnya cukup hedon. Dia membelikan  anting dan sepeda keponakan dari uang itu,” katanya.

Sementara Farida belum dapat dikonfirmasi soal tudingan warga yang menganggapnya sebagai pelaku penipuan. Sebab, saat dihubungi berkali-kali tidak merespons. Sedangkan pesan singkat WhatsApp yang dikirim tidak dibalas. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#arisan bodong #83 orang #korban #Rp 10 Miliar