BANGKALAN, RadarMadura.id – Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bangkalan ditemukan meninggal di mes pabrik di Distrik Dashe, Taiwan.
Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kematian Muhammad Umron Fadhil. Kendati demikian, jenazahnya sudah tiba di Kota Salak pada Minggu (19/4).
Remaja berusia 23 tahun itu memutuskan bekerja sebagai buruh pabrik di Taiwan pada November 2025.
Namun, pada Rabu (15/4) remaja asal Desa Keleyan, Kecamatan Socah, itu dikabarkan meninggal.
Dia ditemukan sudah tidak bernyawa di mes pabrik tempatnya bekerja di Taiwan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Jemmi Tria Sumana mengatakan, informasi meninggalnya salah seorang PMI asal Kota Zikir dan Salawat itu dia terima pada Rabu (15/4) dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan. Informasi tersebut diterima oleh KDEI dari agency Chongyi International Development.
”Pihak KDEI mendapatkan kabar ada PMI ditemukan meninggal saat tidur di mes,” ucapnya.
Menurut Jemmi, Umron bekerja ke Taiwan secara prosedural sebagai pekerja pabrik. Dia mulai bekerja di sana pada 3 November 2025.
Dengan demikian, tercatat baru enam bulan dia bekerja di negara pusat teknologi global tersebut.
Sementara itu, jenazah korban dipulangkan dari Taiwan pada Sabtu (18/4) dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 19.40.
Selanjutnya, jenazah diantar ke rumah duka di Bangkalan menggunakan ambulans PT Flamboyan.
”Jenazah korban tiba di rumah duka pada Minggu (19/4) dan langsung kami serahkan kepada keluarganya,” katanya.
Jemmi mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab kematian korban.
Dia juga belum mendapatkan informasi mengenai riwayat penyakit yang dialami oleh Umron Fadhil selama ini.
”Penyebab kematiannya belum tahu pasti,” pungkasnya. (za/yan)
Editor : Amin Basiri