Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Cerita di Balik Kelahiran Bayi Kembar Tiga atau Triplet, Kekhawatiran Sirna Usai Menerima Kabar Operasi Caesar Lancar

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 21 April 2026 | 07:13 WIB
SEHAT: Bayi triplet lahir dengan selamat di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan Senin (20/4). (SIGIT AGUS PURNOMO/JPRM)
SEHAT: Bayi triplet lahir dengan selamat di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan Senin (20/4). (SIGIT AGUS PURNOMO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.idPersalinan bukan sekadar menunggu kehadiran anggota keluarga baru. Namun juga ada harapan yang dipertaruhkan.

Senin (20/4) pagi menjadi momentum istimewa bagi Sigit Agus Purnomo dan Nurul Hakimah.

Pasangan suami istri asal Desa Telang, Kecamatan Kamal, itu dikaruniai anak kembar tiga atau triplet yang lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan. Proses persalinan berlangsung dengan metode operasi Caesar.

Nurul Hakimah mulai menjalani perawatan intensif di RSUD Syamrabu sekitar pukul 23.30, Jumat (17/4).

Baca Juga: Strategi ESG BRI Makin Kuat, Raih Pengakuan Global dan Dorong Ekonomi Inklusif

Dia naik ke meja operasi untuk proses persalinan sekitar pukul 08.00 kemarin (20/4). Di momentum genting itu, perasaan sang suami, Sigit Agus Purnomo, campur aduk.

Dia tak sabar menunggu detik-detik kelahiran tiga buah hatinya. Namun, di sisi lain, dia juga khawatir terhadap keselamatan istrinya.

Dari balik pintu ruang operasi, dia memanjatkan doa kepada sang pencipta agar proses persalinan dilancarkan.

”Rasanya campur aduk, antara bahagia dan khawatir dengan keselamatan istri dan ketiga anak saya,” ujarnya dengan nada bahagia.

Kekhawatirannya sirna setelah mendapat kabar baik dari ruang operasi sekitar pukul 09.00.

Dokter Spesilis Obgyn Desak Ketut Ayu Aryani yang memimpin proses operasi itu memberi tahu bahwa istri dan ketiga anaknya lahir dengan selamat.

Saat ini ketiga bayi perempuan tersebut dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Syamrabu Bangkalan. ”Sedangkan ibunya (Nurul Hakimah) masih ada di ruang operasi,” ujar Sigit.

Koordinator Desain Grafis dan Tata Letak Jawa Pos Radar Madura (JPRM) itu mengaku telah menyematkan nama kepada tiga putrinya. Bayi pertama diberi nama Azura Zaleena Purnomo.

Baca Juga: POCO 2026 Makin Agresif, Seri F Monster Performa hingga POCO Pad Siap Guncang Pasar Gadget dengan Harga Kompetitif

Sedangkan bayi kedua dan ketiga diberi nama Azmeea Zayyana Purnomo dan Arumi Zerina Purnomo.

Dengan hadirnya tiga anggota keluarga baru itu, pasutri Sigit Agus Purnomo dan Nurul Hakimah telah dikaruniai lima anak perempuan. Buah hati pertamanya adalah Alesha Zahra Purnomo, dan yang kedua Arsyila Zoya Purnomo.

”Jenis kelamin tiga bayi kembar (triplet) itu perempuan semua,” sambungnya.

Dokter spesialis anak RSUD Syamrabu Bangkalan Mega Malynda menyatakan, proses persalinan bayi triplet itu berjalan lancar.

TERHARU: Sigit Agus Purnomo (tengah) melihat tiga buah hatinya dengan didampingi nakes RSUD Syamrabu Senin (20/4). (JPRM PHOTO)
TERHARU: Sigit Agus Purnomo (tengah) melihat tiga buah hatinya dengan didampingi nakes RSUD Syamrabu Senin (20/4). (JPRM PHOTO)

Hanya, usia kehamilan Nurul Hakimah belum cukup bulan. Karena baru 36 bulan. Sementara idealnya 38-40 minggu.

”Proses lahiran lebih cepat dibanding pada umumnya,” katanya.

Ketiga bayi mungil itu lahir dengan selamat. Hanya, berat badannya masih kurang. Berat badan (BB) bayi pertama 1.835 gram.

Sedangkan bayi kedua 2.120 gram. Sementara yang ketiga BB-nya 1.640 gram. Idealnya BB bayi yang baru lahir 2.500 gram.

”BB ketiga bayi ini masih kurang (ideal), bahkan bayi yang terakhir hanya 1.640 gram,” sambungnya.

Oleh karena itu, dokter berhijab itu mengaku perlu melakukan observasi terlebih dahulu. Saat ini bayi ketiga masih menggunakan oksigen. Sementara dua bayi lainnya sehat.

Baca Juga: Anggota Sanggar Literasi SMPIT Al-Hidayah Belajar Jadi Jurnalis di Kantor Radar Madura Biro Sumenep

Ketiga bayi yang baru lahir tersebut belum bisa dipertemukan dengan ibunya untuk mengantispasi penularan penyakit.

”Belum bisa kami pastikan kapan boleh pulang, kami perlu melihat bayinya hingga benar-benar sehat dan tidak ada keluhan,” katanya.

Menangani proses persalinan bayi triplet menjadi pengalaman yang sangat mengesankan bagi dokter berparas cantik tersebut.

Selama berkarier di dunia kesehatan, dirinya sudah kali keempat menangani persalinan triplet.

”Ini keempat kalinya saya menangani persalinan bayi triplet,” tukasnya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#bayi triplet #kembar tiga #bayi perempuan #caesar #rsud syamrabu bangkalan