BANGKALAN, RadarMadura.id – Puluhan desa di Kabupaten Bangkalan berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Itu tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Bangkalan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Moh. Zainul Qomar mengeklaim telah menyiapkan skema penanggulangan kekeringan selama kemarau.
Langkah pertama yang dilakukan adalah pemetaan. Alhasil terdapat 26 desa di enam kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan saat musim kemarau.
”Berdasarkan data dari BMKG, Bangkalan masuk daerah yang akan mengalami kemarau panjang, dan beberapa desa rawan kekeringan,” ujarnya kemarin (8/4).
Terdapat 17 desa yang yang menjadi prioritas lembaganya dalam penanganan kekeringan. Di antaranya, enam desa di wilayah Kecamatan Geger.
Meliputi Desa Banyoneng Laok, Banyoneng Daya, Katol Barat, Dabung, Lerpak, dan Kombangan.
Kemudian, lima desa di Kecamatan Konang. Terdiri atas Desa Durin Barat, Durin Timur, Kanagarah, Batukaban, dan Galis Daya. Lalu, enam desa di Kecamatan Kokop. Yakni Desa Lembung Gunong, Katol Timur, Amparaan, Durjan, Bandang Laok, dan Manoan.
Baca Juga: Pemkab Bangkalan Bakal Gandeng APH
Selain itu, sambung Qomar, juga terdapat sembilan desa lainnya yang juga berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau. Tersebar di Kecamatan Tanah Merah, Arosbaya, dan Sepulu.
”Seperti Desa Pangeleyan, Padurungan, dan Tanah Merah Daya di Kecamatan Tanah Merah. Kemudian di Kecamatan Arosbaya meliputi Desa Batonaong. Sedangkan di Kecamatan Sepulu meliputi Desa Klapayan, Gangseyan, Lergunong, Bangsereh, dan Kelbung,” katanya.
Langkah jangka pendek yang dapat dilakukan Pemkab Bangkalan dalam menangani kekeringan yaitu dengan menyalurkan bantuan air bersih. Juga menyediakan toren guna memastikan distribusi berjalan lancar.
Mantan sekretaris dinas pendidikan itu menambahkan, angka desa yang terdampak kekeringan berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Itu dipengaruhi adanya program sistem penyediaan air minum (SPAM) yang digulirkan Pemkab.
”Ada beberapa titik desa yang sudah punya SPAM, salah satunya ada di Kecamatan Geger,” tandas Zainul. (c1/jup)
Editor : Amin Basiri