BANGKALAN, RadarMadura.id – Meski sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Syamrabu Bangkalan, nyawa pengemudi Toyota Innova berinisial RA tidak bisa diselamatkan. Dia meninggal setelah mengalami gegar otak berat.
Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di akses Jembatan Suramadu pada Senin (30/3) sekitar pukul 06.00.
Laka lantas tunggal Toyota Innova nomor polisi (nopol) M 1756 TT itu menyebabkan lima orang luka ringan, satu orang luka berat, dan satu meninggal.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengatakan, laka lantas tunggal di akses Suramadu itu terjadi karena RA diduga mengalami microsleep atau tertidur sejenak saat mengemudi.
"Akibatnya, mobil berwarna hitam oleng dan berhenti seusai menabrak pohon," katanya.
Menurutnya, polisi langsung ke lokasi kejadian seusai menerima laporan masyarakat. Para korban lalu dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk menjalani perawatan medis.
"Perkara ini sudah ditangani unit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan," paparnya.
Dijelaskan, para korban berasal dari dan luar Madura. Perinciannya, pria berinisial RA, 37, warga Sumenep; pria berinisial R, 60, warga Jombang; perempuan berinisial NA, 23, warga Sampang.
Lalu, perempuan berinisial Z, 51, warga Pasuruan; pria berinisial S, 50, warga Pasuruan; perempuan berinisial RM, 23, warga Sumenep; dan perempuan berinisial NSA, 20, warga Sumenep.
"Satu penumpang berinisial R asal Jombang yang mengalami luka berat masih dirawat di rumah sakit," bebernya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala IGD RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Mahrus menyebutkan, satu korban berinisial RA nyawanya tidak tertolong setelah mengalami gegar otak berat.
"Semula kritis, tapi akhirnya meninggal karena mengalami luka berat," tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti