Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UTM Sambut Tim KKNT Kemanusiaan Aceh, Rektor Prof  Safi’ Ungkap Tantangannya Sangat Berat

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 31 Maret 2026 | 19:04 WIB
TUNTAS: Rektor UTM Prof  Safi’ menyambut langsung tim KKNT Kemanusiaan di Desa Paya Rabo Lhok, Aceh Utara di lantai 1 gedung rektorat Selasa (31/3). (UTM UNTUK JPRM)
TUNTAS: Rektor UTM Prof  Safi’ menyambut langsung tim KKNT Kemanusiaan di Desa Paya Rabo Lhok, Aceh Utara di lantai 1 gedung rektorat Selasa (31/3). (UTM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kemanusiaan Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) telah menuntaskan misi di Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Selama dua bulan, tim KKNT membantu para korban bencana. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Rektor UTM Prof  Safi’ dan jajarannya.

Rektor UTM Prof  Safi’ mengatakan, pelaksanaan tugas tim KKNT Kemanusiaan dinilai lancar.

Delapan mahasiswa yang diberangkatkan untuk melaksanakan tugas mulia itu sudah kembali dengan selamat dan disambut langsung olehnya dan jajaran petinggi kampus.

Dia menilai semua peserta bahagia diamanahi misi kemanusiaan.

"Semua peserta bahagia karena bisa membantu masyarakat Aceh Utara, khususnya warga Desa Paya Rabo Lhok," ujarnya.

Selama melakukan pengabdian di Provinsi Aceh, UTM mengandeng Universitas Malikussaleh Lhokseumawe (Unimal).

"Kebetulan saya kenal baik dengan rektornya, dan secara kultur sama-sama kental dengan keislamannya," sambungnya.

Dia mengakui UTM juga memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya finansial.

Oleh karena itu, untuk melaksanakan KKNT di wilayah lain rasanya tidak memungkinkan.

"Kami hanya bisa mengutus satu kelompok berjumlah delapan mahasiswa, meski peminatnya cukup banyak," ucapnya.

MEMBANGGAKAN: Tim KKNT Kemanusiaan berfoto bersama rektor UTM Prof  Safi’ dan jajaran pimpinan UTM Selasa (31/3). (UTM UNTUK JPRM)
MEMBANGGAKAN: Tim KKNT Kemanusiaan berfoto bersama rektor UTM Prof  Safi’ dan jajaran pimpinan UTM Selasa (31/3). (UTM UNTUK JPRM)

Safi’ menjelaskan, saat ini Kemendiktisaintek mengarahkan setiap kampus untuk melakukan KKNT.

Pelaksanaan KKNT biasanya disesuaikan dengan tema. Pelaksanaan KKNT memang lebih lama ketimbang KKN reguler.

"Makanya tidak semua kampus beralih dari KKN Reguler ke KKNT, karena membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit," urainya.

Orang nomor satu di lingkungan kampus UTM itu mengapresiasi tim KKNT Kemanusiaan tersebut.

Pelaksanaan KKNT yang berlangsung selama dua bulan itu setara dengan 10 SKS. Karena lokasi KKNT cukup jauh dan tantangannya berat, maka jumlah SKS peserta KKNT akan ditambah.

"Kalau regulasinya memungkinkan, kami meminta agar SKS peserta KKNT ditambah menjadi 15 SKS. Syaratnya, sepanjang regulasinya masih memungkinkan," tandasnya.

Koordinasi Desa (Kordes) KKNT Kemanusiaan Sohib menyampaikan, ada beberapa program kerja yang dilaksanakan selama berada di Desa Paya Rabo Lhok.

Di antaranya melakukan sosialisasi mitigasi bencana, penanaman pohon, dan pendistribusian bantuan seragam, baju layak pakai, dan filter pembersih air.

"Banyak sekali pelajar di Aceh belum memakai seragam yang layak," ungkapnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#KKNT Kemanusiaan #tantangannya berat #Universitas Trunodjoyo Madura #aceh utara #tugas mulia