BANGKALAN, RadarMadura.id – Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Wilayah Bangkalan mengukuhkan pengurus baru, Sabtu (1/11).
Kegiatan tersebut juga diisi dengan talk show dengan tema membangun prinsip intelektual di era digital society 5.0 dengan literasi sebagai pilar etika, logika, dan keterampilan.
Hadir dalam kegiatan tersebut komisoner KPU Bangkalan Sairil Munir, komisioner KPU Sumenep Abdul Aziz, serta Ahmad Cholil, wakil dekan II Fakultas ilmu sosial dan budaya (Fisib) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang juga menjadi pembicara dalam kegiatan talkshow tersebut.
Pembina FKMSB Wilayah Bangkalan Drs. H. Mohammad Mansur dalam sambutannya menyampaikan, pengurus dan anggota FKMSB yang baru dilantik senantiasa menjaga nilai-nilai pesantren dimanapun berada.
Apalagi beberapa waktu lalu insiden yang mendiskreditkan dunia pesantren.
”Kami ucapkan selamat kepada pengurus yang sudah dilantik, jangan lupa tetap jaga nilai-nilai pesantren dimanapun berada,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Majlisun Najwah FKMSB Bangkalan Mohtazul Farid, dia berpesan agar pengurus dan anggota sama-sama merawat dan menjaga nilai-nilai dan tradisi yang ada di pesantren.
Melalui organisasi tersebut para mahasiswa santri alumni Darul Ulum Banyuanyar tetap terhubung dengan pesantren.
”Ini adalah organisasi pengabdian untuk pesantren tercinta, maka sudah sepantasnya menjaga dan merawat nilai-nilai pesantren,” bebernya.
Sementara ketua DPW FKMS Bangkalan Mahrus Ali mengatakan, pelantikan tersebut merupakan langkah awal bagi mahasiswa santri yang tidak hanya memiliki pola pikir kritis, melainkan juga memiliki akhlak yang mulia.
Menurutnya, sudah saatnya membuktikan bahwa santri adalah pionir perubahan.
”akal dan iman harus bersatu untuk melahirkan pribadi yang tangguh, kritis, visioner, dan tetap berakar pada nilai-nilai pesantren,” ucapnya. (za)
Editor : Abdul Basri