Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Budayawan Minta Pengamanan Museum Diperketat

Amin Basiri • Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:38 WIB
RAIB: Lonceng kuno koleksi Museum Cakraningrat Bangkalan hilang dicuri orang, Senin (13/10).
RAIB: Lonceng kuno koleksi Museum Cakraningrat Bangkalan hilang dicuri orang, Senin (13/10).

BANGKALAN, RadarMadura.id - Hilangnya benda sejarah koleksi Museum Cakraningrat Bangkalan menjadi perhatian serius salah satu budayawan Bangkalan, Jimhur Saros.

Kemarin, pria berkacamata itu mendatangi museum untuk minta klarifikasi berkenaan aset museum yang raib.

Bagi Jimhur, pencurian benda peninggalan sejarah sangat fatal bagi kelangsungan sebuah budaya dan identitas bangsa.

Karena itu, dia mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjaga keamanan benda-benda yang ada dalam museum.

Pasal 10 undang Undang 11/2010, tentang Cagar Budaya sudah jelas, merusak atau mencuri, sanksinya adalah 15 tahun sekaligus denda lima miliar, kata Jumhur.

Dia berharap peristiwa di Museum Cakraningrat tidak terulang lagi.

Ke depan, pengawasan dan pengamanan harus diperketat.

Dia juga minta benda-benda yang dicuri untuk segera dikembalikan.

Kebetulan kami bagian dari keluarga besar dari peninggalan, dan museum ini adalah titipan dari keluarga besar Cakraningrat.

Termasuk gamelan (yang hilang, Red.) milik keluarga besar Cakraningrat, tegasnya.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominant menyatakan, penjagaan dilakukan pada hari aktif kantor.

Yaitu mulai dari Senin sampai Jumat. Khusus Sabtu dan Minggu tidak ada yang berjaga karena hari libur.

Untuk fasilitas sementara waktu, CCTV memang belum ada. Tapi tahun ini sudah direncanakan, ungkapnya.

Dia mengaku, koleksi museum berupa lempengan kuningan pada alat Gamelan Ratna Dumilah, keramik, dan lonceng kuno yang raib.

Benda-benda itu diketahui hilang pada Senin (4/8) dan sudah dilaporkan ke polisi pada Kamis (7/8).

Tidak ada yang rusak. Akses pintu depan dan belakang aman. Cuma jendela samping ada yang terbuka.

Proses olah TKP dan pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Selebihnya kami pasrahkan ke yang berwenang, tegasnya.

Sebelumnya, Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama mengeklaim, intitusinya telah menindaklanjuti laporan kasus pencurian di museum milik pemkab tersebut. Proses penyelidikan juta telah dilakukan.

”Polisi sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta telah memeriksa enam orang saksi, pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Amin Basiri