BANGKALAN, RadarMadura.id – Hujan deras yang terjadi di tengah musim kemarau basah membuat cuaca di Kabupaten Bangkalan tidak menentu. Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Senin (18/8) siang hingga Rabu (20/8) pagi mengakibatkan genangan di sejumlah wilayah.
Dua kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Blega dan Arosbaya. Genangan air sempat terjadi sejak pagi, namun kini sudah mulai surut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangkalan, Eko Sugiharto, menyampaikan bahwa pihaknya belum menetapkan status banjir.
“Kalau untuk banjir belum, hanya waspada saja. Air laut sedang pasang ditambah curah hujan tinggi sejak kemarin membuat aliran air terhambat di Arosbaya dan Blega,” ujarnya, Rabu (20/8).
Eko menambahkan, kondisi genangan di dua wilayah itu kini sudah mulai menurun seiring dengan surutnya air laut.
Baca Juga: KKN Mahasiswa ITS Dorong Kemandirian Ekonomi dan Identitas Lokal Lewat Revitalisasi Sentra Batik
“Alhamdulillah, saat ini sudah mulai surut karena air sudah bisa mengalir ke laut,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa perubahan cuaca masih berpotensi terjadi selama musim kemarau basah ini.
“Hujan pada musim kemarau ini akan sering turun akibat perubahan cuaca. Menurut prediksi BMKG, kemarau akan berakhir pada September dasarian pertama,” ungkapnya.
Eko juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor.
Baca Juga: Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Bangkalan Cukup Tinggi
“Sering-sering cek prakiraan cuaca sebelum keluar rumah dan jaga kesehatan. Sebab, perubahan cuaca saat ini juga bisa memengaruhi kondisi tubuh,” pungkasnya. (c1/dry)
Editor : Hendriyanto