BANGKALAN, RadarMadura.id – Masyarakat Bangkalan menggelar berbagai macam kegiatan dalam momentum hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-80. Bendera Merah Putih dikibarkan di pinggir jalan raya hingga sudut pedesaan dan gapura dihias. Itu menandakan semangat masyarakat merayakan kemerdekaan tanah air.
Tak hanya itu, warga juga menggelar lomba dan hajatan untuk memeriahkan HUT RI tahun ini. Lomba tradisional seperti panjat pinang, balap karung, dan tarik tambang berlangsung semarak yang menunjukkan semangat gotong royong dan jiwa nasionalisme yang tinggi.
Kemeriahan perayaan HUT RI itu terlihat di Desa Kool, Kecamatan Klampis, Bangkalan. Warga setempat sangat antusias mengikuti dan menyaksikan beragam lomba yang digelar perangkat desa.
Kepala Desa Kool Rofi’ mengatakan, lomba yang digelar di antaranya panjang pinang. Menurutnya, lomba tersebut bukan hanya sekadar hiburan, tapi sebagai pengingat bahwa Agustus adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada bulan ini, tanah Indonesia merdeka dari para penjajah.
”Ada lomba untuk anak-anak dan juga orang dewasa. Sudah delapan tahun kami mengadakan seperti ini. Itu supaya masyarakat tahu sejarah di bulan Agustus dan mengingat pahlawan yang telah berjuang,” sebutnya.
Tidak hanya itu, di sejumlah kelurahan juga menggelar renungan pada Sabtu (16/8) malam. Suara doa dan lantunan lagu perjuangan menggema RT 2, RW 3, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan. Itu sebagai pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, tapi hasil perjuangan panjang para pahlawan.
Masyarakat di kelurahan itu rutin menggelar malam tirakatan atas kemerdekaan Indonesia. Dengan swadaya, mereka membawa tumpeng dan mengadakan doa bersama sebagai wujud syukur dan penghargaan kepada para pejuang kemerdekaan.
”Kenapa kegiatan ini dirayakan dengan sajian tumpeng? Karena bentuk tumpeng yang mengerucut dan menjulang tinggi ke atas serta dipenuhi beragam sayur dan lauk, melambangkan simbol kejayaan, kemakmuran, dan kesejahteraan,” tutur Ketua Pelaksana Alfin Abdillah.
Menurutnya, kegiatan tumpengan sengaja dilakukan pada Sabtu (16/8) malam karena dinilai sakral dan penuh makna. Sebab, pada tanggal 17 Agustus para pendiri bangsa membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
”Apa yang telah diperjuangkan para pahlawan itu tidaklah mudah. Mereka telah mempertaruhkan segalanya untuk Indonesia. Dan, sekarang, kita semua merasakannya,” ungkapnya.
Tidak hanya di Kemayoran, Kelurahan Pejagan, RW 08, juga melangsungkan kegiatan serupa. Ketua RW 08 Imam Muslich mengutarakan, pihaknya menyediakan tumpeng setiap tasyakuran HUT RI. Itu menjadi agenda rutin setiap tahun.
Selain melakukan renungan dan doa bersama, warga setempat juga melaksanakan tabur bunga ke makam pahlawan di daerah tersebut. Itu dilakukan untuk mengingat jasa-jasa pahlawan agar tidak terlupakan oleh generasi mendatang.
”Kami dengan masyarakat akan memelihara dan melestarikan makam pahlawan yang ada di sini,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti