BANGKALAN, RadarMadura.id – Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Bangkalan terbilang masih cukup tinggi. Buktinya, pada periode Januari hingga Juni 2025 sudah terdapat sebelas peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Salak.
Berdasarkan catatan Bagian Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan, belasan peristiwa itu dominasi kebakaran bangunan. Perinciannya, kebakaran bangunan 4 kasus, lahan 3 kasus, gas elpiji 2 kasus, dan kendaraan 1 kasus.
Sementara wilayah terbanyak di Kecamatan Kota dengan enam kali peristiwa kebakaran terjadi. Selanjutnya, di Kecamatan Burneh, Socah, Kamal, Galis, dan Modung masing-masing satu kejadian.
Menyikapi hal tersebut, Plt Kepala Satpol PP Bangkalan Moawi Arif mengeklaim instansinya mulai gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan serta penanganan dini peristiwa kebakaran. Mengingat bulan ini sudah memasuki kemarau.
”Sehingga pelaku usaha dan masyarakat bisa memahami secara komprehensif cara mengatasinya,” ujar Moawi Arif usai melakukan sosialisasi dan edukasi di Kelurahan Kraton, Bangkalan, Kamis (24/7).
Menurutnya, dengan memahami cara mencegah dan mengatasi kebakaran secara dini dapat mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan. Misalnya, mengenali sumber api, cara memadamkan, hingga proses evakuasi yang terencana.
Moawi Arif meminta kepada setiap perusahaan yang rentan kebakaran harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) kebakaran. Salah satunya dengan membentuk tim tanggap darurat internal dan penyediaan alat pemadam kebakaran.
”Kami juga merekomendasikan, setidaknya untuk tingkat RT atau RW bahkan sampai tingkat rumah tangga juga memiliki alat pemadam api ringan (APAR),” pesannya.
Plh Lurah Kraton Agus Deny mengaku, sosialisasi dan edukasi yang dilakukan Satpol PP Bangkalan di wilayahnya sangat bermanfaat. Mengingat, Kelurahan Kraton termasuk salah satu wilayah padat penduduk di Kota Salak.
”Nanti kami akan melakukan koordinasi dengan pengurus RT dan RW untuk menyiapkan APAR dan sejenisnya. Sehingga, ketika ada kejadian bisa diantisipasi sedini mungkin,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti