BANGKALAN, RadarMadura.id - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) menggelar Sosialisasi Kompetisi Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2025, Jumat (11/7). Kegiatan ini dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menghadapi ajang bergengsi tingkat nasional.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini diikuti ratusan mahasiswa lintas jurusan. Peserta antusias menggali informasi dan strategi persiapan kompetisi.
Sosialisasi ini menghadirkan sejumlah pemateri. Di antaranya Kepala UPA PKK Mardiyah Hayati, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus Koordinator KBMK UTM 2025 Moch. Reza Adiyanto, Ketua Pusat Kewirausahaan & Relasi Industri FEB Universitas Airlangga Tri Siwi Agustina. Turut memberikan sambutan pembuka Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Kemahasiswaan, dan Alumni Surokim.
Dalam sambutannya, Surokim menekankan pentingnya mahasiswa UTM untuk aktif berkompetisi di level nasional sebagai sarana mengasah daya saing dan membangun jejaring.
“Mahasiswa harus berani menunjukkan kapasitasnya di luar kampus. KBMK menjadi ruang pembuktian bahwa UTM mampu bersaing di kancah nasional,” tegas mantan Dekan FISIB UTM itu.
Mardiyah Hayati mengutarakan bahwa UPA PKK berperan sebagai unit pendukung pengembangan karier mahasiswa sekaligus menyediakan fasilitas dan pendampingan dalam pelaksanaan seleksi internal KBMK.
“UPA PKK hadir untuk mendampingi mahasiswa, menyediakan fasilitas bimbingan, dan memastikan jalannya seleksi internal agar mahasiswa siap bersaing di tahap nasional,” jelasnya.
Di sesi pemaparan, Moch. Reza Adiyanto menyampaikan, pada tahun ini UTM hanya akan memfokuskan partisipasi KBMK pada tiga bidang utama, yaitu Perencanaan Bisnis, Komersialisasi Riset dan Teknologi Tepat Guna, serta Penulisan Karya Tulis Ilmiah.
Keputusan ini diambil untuk memaksimalkan kualitas output dan memperbesar peluang lolos ke tingkat nasional.
“Kami ingin lebih fokus agar tim yang kita kirimkan betul-betul siap, matang, dan berkualitas. Dengan hanya tiga bidang ini, kami harap pendampingan bisa lebih intensif dan hasilnya maksimal,” ungkap Reza.
Sementara itu, Dr Tri Siwi Agustina memberikan penekanan khusus pada aspek penulisan proposal dan karya tulis ilmiah. Dia mengingatkan mahasiswa agar benar-benar memahami dan mematuhi pedoman KBMK yang telah ditetapkan.
“Dalam penulisan, detail sangat penting. Mahasiswa harus membaca pedoman dengan teliti, mulai dari format, substansi, hingga sistematika penulisan. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal pada seleksi administrasi,” jelasnya.
Siwi juga membagikan pengalaman praktis dan tips agar tim mampu menghasilkan karya tulis yang solid, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan industri.
Sosialisasi ini dipandu oleh Jalal, seorang mahasiswa magang UPA PKK UTM. Acara berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta seputar strategi teknis, alur pendaftaran, hingga teknis pendampingan.
"Harapannya, mahasiswa lebih siap menghadapi seleksi internal dan dapat memanfaatkan dukungan penuh dari UPA PKK untuk meraih prestasi di ajang KBMK nasional," ujarnya. (onk)
Editor : Hera Marylia Damayanti