Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tujuh Paket Pelatihan Kerja Belum Terealisasi, Batas Pelaksanaan Akhir 2025

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 8 Juli 2025 | 19:10 WIB
MATANGKAN SKILL: Sejumlah peserta mengikuti pelatihan desain menjahit di BLK Bangkalan Senin (7/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
MATANGKAN SKILL: Sejumlah peserta mengikuti pelatihan desain menjahit di BLK Bangkalan Senin (7/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan telah menyiapkan 11 paket pogram pelatihan kerja. Namun, baru ada empat pelatihan yang digelar. Artinya, masih tersisa tujuh paket yang belum direalisasikan.

Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Hariyani Fitrianingsih mengatakan, empat paket pelatihan yang direalisasikan meliputi dua paket desain grafis, satu paket menjahit, dan satu paket teknik listrik.

”Batas akhir pelaksanaan dari semua paket pelatihan tersebut hingga akhir tahun 2025,” kata Hariyani Fitrianingsih.

Perempuan berkacamata itu menyatakan, belasan paket pelatihan kerja tersebut secara umum terbagi ke dalam dua kategori. ”Perinciannya, sembilan paket berbasis kompetensi dan dua paket berbasis masyarakat,” ulasnya.

Menurut dia, untuk pelatihan berbasis kompetensi ada sembilan paket. Masing-masing terdiri dari ada dua paket pelatihan menjahit, satu paket pelatihan listrik, satu paket pelatihan las konstruksi, serta lima paket pelatihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

”Kalau yang berbasis masyarakat, ada dua paket. Satu paket pelatihan merias dan satu paket pelatihan pengolahan hasil laut,” sebutnya.

Dijelaskan, khusus untuk pelatihan berbasis kompetensi, durasinya lebih panjang. Peserta harus masuk selama 32 hari. Sementara untuk pelatihan berbasis masyarakat pelaksanaannya hanya tiga hari.

”Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan kompetensi. Harapannya, setelah pelatihan, peserta bisa mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.

Anggota Komisi II DPRD Bangkalan Samsol Arif Marla menekankan supaya 11 paket pelatihan kerja yang disiapkan pemkab dapat terlaksana semua. Dia menyarankan peserta pelatihan berasal dari 18 kecamatan.

”Perlu juga dipikirkan tindak lanjut dari program pelatihan tersebut. Sehingga, outputnya bersifat jangka panjang, tidak hanya selesai seusai mengikuti pelatihan saja,” pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kompetensi #Disperinaker #masyarakat #pelatihan kerja