BANGKALAN, RadarMadura.id – Kutil memang bukan masalah kesehatan yang serius. Namun, keberadaannya sangat mengganggu. Sehingga, perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif agar tidak kutilan.
Dokter Spesialis Bedah RSUD Syamrabu dr Yusfik Helmi Hidayat, Sp.B., M.Kes., FINACS., FICS menerangkan, kutil disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Virus itu dapat menyebabkan berbagai jenis kutil.
”Mulai dari kutil biasa yang muncul di tangan atau kaki, hingga di alat kelamin yang menular melalui kontak seksual,” ujarnya.
Tetapi, banyak masyarakat yang beranggapan kutil disebabkan kecipratan darah ayam. Semua itu hanya mitos dan tidak memiliki dasar sains. Sebab, satu-satunya penyebab kutil hanya HPV yang dapat menular melalui kontak kulit.
”Jadi bukan karena darah ayam,” imbuhnya.
Pria yang biasa disapa dokter Yusfik itu menambahkan, ada beberapa faktor yang meningkatkan seseorang terkena kutil. Yakni, berkurangnya sistem kekebalan tubuh. Seperti kepada penderita HIV/AIDS, atau orang yang mengonsumsi kortikosteroid.
Faktor risiko selanjutnya yaitu karena sering menggunakan kamar mandi umum, kolam renang, atau tempat lembap lainnya dengan tanpa alas kaki. Selanjutnya, tinggal bersama orang yang memiliki kutil dan riwayat penyakit atopik.
”Berikutnya, orang yang memiliki faktor risiko kutilan yaitu sering menggigit kuku, dan mengalami cedera atau infeksi kulit.
Ada beberapa metode pengobatan kutil. Yakni, dengan cara diolesi obat sesuai resep dokter. Lalu, bisa menggunakan asam salisilat yang banyak dijual di apotek dalam bentuk cairan maupun plester.
”Asam salisilat bekerja dengan mengikis lapisan kulit yang menebal akibat kutil. Contoh merek yang sering ditemukan adalah Kutilos atau Callusol.
Tetapi, jika penggunaan asam salisilat tidak efektif, maka bisa memakai asam trikloroasetat. Namun, penggunaannya wajib di bawah pengawasan dokter. Kemudian, juga dapat menggunakan propolis dan tea tree oil, yaitu produk herbal diklaim memiliki efek antivirus dan bisa mengatasi kutil.
Penanganan kutil juga bisa dilakukan dengan tindakan medis. Yaitu, krioterapi atau pembekuan kutil menggunakan nitrogen cair. Prosedur tersebut biasanya dilakukan oleh dokter kulit. Kemudian, bisa dilakukan dengan cara electrocauter atau penggunaan panas untuk membakar kutil.
”Lalu bisa dilakukan dengan eksisi bedah, yaitu pengangkatan kutil melalui operasi minor. Selanjutnya, juga dapat dilakukan dengan cara laser untuk menghancurkan jaringan kutil,” katanya.
Yusfik mengimbau penderita kutil tidak menghilangkan kutil sendiri dengan cara yang tidak aman. Sebab, dapat menyebabkan infeksi, bekas luka, atau menyebarkan virus. Sedangkan bagi penderita kutil di kelamin memerlukan penanganan khusus dari dokter.
”Karena penularannya melalui hubungan seksual dan potensi komplikasi yang lebih serius. Seperti kanker serviks pada perempuan,” katanya.
Vaksinasi HPV dapat menjadi salah satu cara untuk pencegahan primer HPV yang dapat menyebabkan kutil. Terutama kutil kelamin, dan kanker terkait HPV. ”Jika Anda memiliki kutil atau mencurigai adanya kutil, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat,” sarannya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti