BANGKALAN, RadarMadura.id – Nasib nelayan di Bangkalan tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Selain tidak diberi bantuan alat tangkap dari Pemkab Bangkalan, juga tidak bisa mengikuti program pelatihan.
Tahun 2024 lalu, sebagian nelayan di Kota Salak masih mendapatkan program pelatihan dari Dinas Perikanan Jawa Timur (Jatim). Namun, tahun ini mereka tidak bisa berharap banyak. Sebab, hingga kini belum ada kejelasan terkait program tersebut.
Kabid Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan Achmad Hidayat mengatakan, tahun ini nihil program pelatihan bagi nelayan. Hanya, institusinya kecipratan bimbingan teknis (bimtek) yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Jatim.
”Dari aspirasi salah satu anggota DPRD Jatim” jelasnya.
Dijelaskan, dia belum paham secara detail pelaksanaannya nanti seperti apa. Sebab, semuanya di-handle langsung oleh anggota DPRD Jatim tersebut. Institusinya hanya memberikan data dan sebaran nelayan di Bangkalan.
”Perihal jumlah nelayan yang akan diikutkan bimtek kami belum tahu,” imbuhnya.
Ditambahkan, institusinya juga belum mendapatkan bocoran nominal anggaran bimtek tersebut. Namun yang pasti, nelayan yang mengikuti bimtek nanti akan mendapatkan suvenir berupa alat tangkap.
”Perihal jenis bantuan alat tangkap, kami sudah menyarankan Dinas Perikanan Jatim disesuaikan dengan kebutuhan nelayan. Sebab, khawatir nanti tidak cocok atau tidak sesuai harapan nelayan” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti