Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Keseruan Kontes Batu Akik Anti Tembak di Desa Buluh, Socah, Bangkalan, Percaya Punya Kekuatan, namun Ada Pula Faktor Keberuntungan

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 30 April 2025 | 14:20 WIB

UJI KEKUATAN: Panitia menguji kekuatan batu akik dalam kontes anti tembak di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Minggu (27/4). (IMAMUDIN/JPRM)
UJI KEKUATAN: Panitia menguji kekuatan batu akik dalam kontes anti tembak di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Bangkalan, Minggu (27/4). (IMAMUDIN/JPRM)
 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Selain dijadikan koleksi, pencinta batu akik mempunyai cara unik untuk mengidentifikasi kekuatan batu akik. Salah satunya menggelar kontes uji tembak.

Dengan jarak hanya satu meter, gelas yang jadi sasaran tembak bisa tidak pecah. Itulah yang terjadi dalam kontes anti tembak batu akik Minggu (27/4).

Mayoritas gelas berisi batu akik itu pecah setelah ditembak. Namun, ada beberapa gelas yang tetap utuh.

Kontes itu digelar pemuda yang tergabung dengan Komunitas Batu Akik Indonesia (KBI).

Para pencinta akik dari penjuru Pulau Garam dan luar kota datang ke Desa Buluh, Kecamatan Socah, Bangkalan.

Mereka berbondong-bondong berpartisipasi dalam kontes anti tembak. Ribuan pencinta akik antre sambil menggengam batu saat mendaftarkan diri kepada panitia.

Batu akik yang sudah dibungkus kertas dengan nomor urut peserta kemudain dibungkus lagi dengan kain putih.

Sebelum dilakukan pengujian, batu akik ditaruh di dalam gelas kaca berisi air. Kemudian batu tersebut dipindahkan ke dalam bilik tertutup untuk mengidentifikasi kekuatan batu akik.

Untuk menguji kekuatan batu akik itu, panitia menggunakan senapan angin laras panjang. Senapan itu menggunakan peluru kaliber 4,5 milimeter (mm).

Batu akik yang ada di dalam gelas kaca tersebut ditembak dari jarak 1 meter. Gelas-gelas berisi batu akik banyak yang pecah setelah dieksekusi oleh panitia.

Pemilik akik yang gelasnya tidak pecah setelah ditembak keluar sebagai pemenang.

”Sebagian besar para pencinta akik meyakini batu yang memiliki kekuatan tertentu tidak akan pecah saat diuji tembak,” terang Mohammad Taufik, kepala Desa Buluh.

Kontes batu akik anti tembak ini digelar oleh warga yang mempunyai hobi koleksi batu akik.

Photo
Photo

Tujuan mereka untuk menjalin silaturahmi dengan sesama pencinta akik.

”Kegiatan ini inisiatif para warga dan untuk dijadikan ajang silaturahmi,” paparnya.

Kontes ini dibuka untuk umum. Ribuan peserta datang dari berbagai daerah. Selain Madura, tidak sedikit dari Surabaya, Gresik, dan daerah lain.

”Kegiatan ini gratis, tidak ada biaya apa pun, dan yang mendaftar ada 1.020 lebih peserta,” ungkap Taufik.

Panitia menyiapkan hadiah untuk sepuluh pemenang. Hadiah itu berupa sepeda listrik dan barang elektronik lainnya.

Harga batu akik yang dinyatakan menang akan melonjak drastis. ”Kabarnya, sudah ada yang menunggu untuk membeli batu yang menang nantinya,” tuturnya.

Salah seorang pemenang kontes itu adalah Zainal Arifin. Dia mengaku sudah kesekian kalinya mengikuti kontes uji tembak batu akik.

Namun, baru kali ini akik koleksinya yang tidak pecah saat ditembak.

Warga Kelurahan Kraton, Bangkalan, itu sudah lama memiliki hobi koleksi batu akik.

Menurut dia, banyak pencinta batu akik memercayai ada batu yang memiliki kekuatan anti tembak.

”Ada yang memercayai ada batu akik yang mempunyai kekuatan khusus juga, namun kalau ikut lomba, ada faktor keberuntungan,” ujarnya. (din/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Kekuatan #batu akik #kontes uji tembak #anti tembak #pencinta akik #faktor keberuntungan #Komunitas Batu Akik Indonesia