BANGKALAN, RadarMadura.id – Bangkalan memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan. Mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, kuliner, dan religi.
Sedangkan wisata religi yang tidak pernah sepi pengunjung adalah Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil.
Peziarah yang berkunjung tidak hanya berasal dari tanah air, tetapi juga dari wisatawan mancanegara (wisman).
Wakil Ketua Pengurus Pesarean Sykahona Mohammad Kholil Bangkalan Mohammad Marqol Ulum menyampaikan, makam tokoh yang dijuluki Mbah Kholil itu tidak pernah peziarah.
Puncak kunjungan wisatawan paling banyak biasanya terjadi saat Rajab-Ramadan. ”Mulai pertengahan Ramadan ini, peziarah meningkat hingga 29 Ramadan,” ujarnya Sabtu (29/3).
Kewalian Syaikhona Kholil dikenal di seluruh Nusantara sehingga menarik minat wisatawan religi untuk bisa berziarah ke Pasarean Syaikhona Kholil. ”Nanti ketika selesai Lebaran Ketupat, jumlah peziarah kembali ramai lagi,” katanya.
Makam Syikhona Kholil setiap hari diselimuti oleh lautan zikir yang menggema di sepanjang waktu. Per hari jumlah peziarah bisa tembus 10.000 orang. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
”Wisatawan berkumpul melantunkan ayat suci Al-Qur’an sebagai rutinitas harian yang tidak pernah usai,” ujarnya.
Tidak sedikit kedatangan peziarah sekadar berzikir untuk mendapatkan berkah. Juga berharap kesembuhan dari penyakit, bahkan menemukan jodoh.
”Peziarah ada yang datang dari Malaysia, Thailand, dan Singapura. Bahkan, ada yang dari Palestina,” paparnya.
Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil terletak di lahan dengan luas 4,5 meter persegi. Meski cukup sederhana, pesarean itu memiliki daya tarik yang tak terbantahkan.
Dengan dua batu nisan yang dilapisi kain putih, Pesarean Syaikhona Kolil memberikan kesan mendalam bagi setiap pengunjung.
Makam Syaikhona Kholil berdampingan dengan makam anak dan menantunya. Pesarean itu dipercaya menjadi tempat yang sarat nilai spiritual. ”Masyarakat meyakini bahwa Syaikhona Kholil salah satu waliyullah,” pungkasnya. (din/jup)
Editor : Ina Herdiyana