BANGKALAN, RadarMadura.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah, Kepang, merupakan salah satu pesantren tertua di Bangkalan. Ponpes yang didirikan pada 1919 tersebut berada di atas tanah seluas dua hektare.
Bangunan pesantren sebagian mempertahankan arsitektur kuno. Termasuk dalam pembelajarannya. Pesantren ini tetap mempertahankan ciri khas sebagai pesantren salafi di era Kurikulum Merdeka.
Metode yang digunakan Ponpes Al-Falah, di antaranya hafalan, bandongan, sorogan, musyawarah, mudzakarah, dan sebagainya. Metode tersebut juga diterapkan di madrasah yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan.
Dalam mengukur keberhasilan anak didik, pesantren melihat kemampuan santri dalam menguasai ilmu yang dipelajari dan mampu mengamalkannya.
”Di pesantren kami lebih mengedepankan adab (akhlak),” kata Wakil Ketua Pengurus Ponpes Al-Falah Kepang Bangkalan Miftahul Ulum kemarin (4/3).
Ulum mengutarakan, pesantren juga mengelola lembaga pendidikan mulai jenjang MI hingga MA. Namun, kurikulum yang digunakan menyesuaikan dengan yang dikembangkan pesantren.
Pesantren masih kental dengan metode pembelajaran salafiah. ”Pendidikan formal juga ada,” tuturnya.
Ponpres Al-Falah sudah berusia lebih satu abad. Jumlah santri berkisar 2,5 ribu orang. Meliputi santri putra 1,3 ribu dan santri putri sekitar 1,2 ribu orang.
Tidak sedikit santri mengikuti perlombaan hingga tingkat nasional. Di antaranya, lomba pidato dan baca kitab.
”Kami juga sering juara nasional untuk baca kitab dan lomba pidato serta tartil,” pungkasnya. (din/bil)
Editor : Achmad Andrian F