Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kambing Pote Lebih Kebal Penyakit, Juga Memiliki Daya Tahan Tubuh Lebih Kuat

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 16 Februari 2025 | 15:45 WIB
KAMBING LOKAL: Shollani memberi pakan kambing pote pedaging di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, Kamis (6/2). (IMAMUDIN/JPRM)
KAMBING LOKAL: Shollani memberi pakan kambing pote pedaging di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, Kamis (6/2). (IMAMUDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kambing pote berasal dari Bangkalan yang berpotensi akan dipatenkan khas Madura.

Kambing pote ini memiliki karakteristik yang khas, dengan postur tubuhnya yang lebih mini.

Daun telinganya pun tidak terlalu panjang, bibir berwarna merah muda, ekor menjeletik, jantan dan betina berjenggot, warna bulu putih solid, dan mampu memproduksi susu untuk dikonsumsi masyarakat.

Salah seorang yang mengembangkan peternakan kambing pote itu KH Hasyim As’ari, asal Kelurahan Demangan.

Kandang kambingnya berada di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah. Kandang kambing terlihat tersusun rapi dengan luas 30x30 meter persegi.

Suasana yang sangat sejuk karena dikelilingi pepohonan yang rimbun.

Sekeliling peternakan kambing pote dengan pemandangan asri di pertengahan sawah dan cukup jauh dari permukiman warga.

Ratusan kambing pote dikelola oleh enam santrinya. Hingga saat ini sudah lima tahun berjalan.

”Sudah mulai dari 2019 lalu hingga saat ini yang dikelola oleh enam santri yang mengabdi di sini,” terang koordinator pengelola peternakan kambing pote Shollani, Kamis (6/2).

Kambing pote merupakan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.

Kambing ini memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat bandingkan dengan kambing lain.

Selain itu, bisa dimanfaatkan untuk kambing pedaging dan kambing produksi susu.

”Pertama 2019 hanya ada 8 ekor. Saat ini ada 250 ekor,” terang pria 25 tahun itu.

Perbedaan yang sangat mencolok dari kambing pote lokal Madura memiliki postur tubuh yang lebih kecil.

Namun, kambing lokal tersebut memiliki tubuh yang lebih lebar.

”Juga, kambing pote memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat, dan kebal terhadap penyakit,” katanya.

Kambing yang dikelola di peternakan itu hanya kambing pote.

Hewan itu dikembangkan untuk kambing pedaging, sistem breeding, dan produksi susu. Pengembangan produksi susu dikembangkan mulai 2024.

Hasil penggemukan langsung dijual ke pasar setiap satu minggu dua kali. Bibit untuk penggemukan juga dibeli dari pasar.

”Kami membawa kambing yang sudah siap jual ke pasar dalam satu minggu dua kali. Dan setiap ke pasar kami membawa 10 ekor dengan rata-rata harga jual Rp 2,5 juta per ekor. Setiap kami menjual, juga membeli kambing baru untuk penggemukan,” paparnya.

Sistem penggemukan kambing pote membutuhkan waktu tiga bulan hingga siap jual.

Perawatan kambing pote tersebut tidak jauh beda dengan jenis kambing lain.

”Hanya untuk kambing pote lebih kebal pada penyakit,” pungkasnya. (din/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#produksi susu #kambing pote #pedaging #peternakan #khas madura #lokal