BANGKALAN, RadarMadura.id – Jumlah pedagang kaki lima (PKL) di Bangkalan fluktuatif. Meski begitu, dalam dua tahun terakhir pemkab belum melakukan pendataan ulang.
Plt Kabid Usaha Mikro (UM) Diskop Umdag Bangkalan Musninah mengatakan, jumlah PKL di Kota Salak memang berubah-ubah.
”Kami mendata PKL di Alun-Alun Bangkalan dan depan RSUD Syamrabu terakhir pada 2023,” terangnya.
Menurut dia, pihaknya belum mengetahui secara detail jumlah PKL di Bangkalan.
Alasannya, ada beberapa PKL di Alun-Alun Bangkalan yang hanya berjualan pada hari Minggu.
Apalagi, saat ini dilakukan pembongkaran lapak PKL di area Stadion Gelora Bangkalan (SGB). ”Kami belum melakukan pendataan ulang,” paparnya.
Musninah menyatakan, institusinya segera melakukan pendataan ulang jumlah PKL. Terutama, di area SGB.
”Kami harus memiliki data PKL sebelum memberikan bantuan. Bantuan yang pernah kami berikan kepada PKL adalah meja dan kursi,” katanya.
Dia menjelaskan, jika merujuk pada data 2023, jumlah PKL yang tercatat di instansinya 76 orang. Dia memperkirakan jumlah PKL saat ini lebih dari 150 orang.
”Pendataan ulang PKL, khususnya yang ada di area SGB, kami jadwalkan besok (14/2),” paparnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, anggota Komisi II DPRD Bangkalan Abdul Aziz mengingatkan, pendataan PKL seharusnya dilakukan setiap tahun.
”Saya minta segera lakukan pendataan ulang PKL. Selain untuk memvalidasi data, juga agar pembinaan yang dilakukan dinas terkait lebih merata,” pungkasnya. (din/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia