BANGKALAN, RadarMadura.id Pencapaian Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada 2024 sangat luar biasa.
Sebab, mampu meraih akreditasi internasional atau Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Dekan FH UTM Dr. Erma Rusdiana mengaku bersyukur program studi (prodi) ilmu hukum mampu meraih akreditasi internasional.
Pencapaian tersebut melompat dua tahun, melampaui visi prodi ilmu hukum (S-1) yang ditargetkan berdaya saing internasional pada 2026.
Lompatan akreditasi internasional dilaksanakan atas support rektor pada 2023 yang menargetkan tujuh prodi untuk mengikuti akreditasi internasional dan FH salah satunya.
Setelah mendapat amanah dari rektor, kami berupaya untuk memenuhi segala dokumen yang menjadi syarat akreditasi internasional, ujarnya.
Pencapaian meraih akreditasi internasional tidak lepas dari dukungan penuh universitas. Mulai aspek pembiayaan, pendampingan, dan sebagainya. Sehingga, akreditasi internasional bisa dicapai FH lebih cepat dibandingkan prediksinya.
Kami dinyatakan lolos dan terakreditasi internasional, dan itu melompat dua tahun dari target kami, paparnya.
Waktu yang dibutuhkan untuk mendapat predikat akreditasi internasional sekitar setahun. Salah satunya, mempersiapkan tim dan mempelajari instrumen yang harus disiapkan.
Setelah semuanya lengkap, dokumen yang dipersiapkan disubmit April, lalu diasesmen Juni dan dinyatakan lolos, imbuhnya.
Erma menambahkan, ide tentang akreditasi FIBAA sebenarnya sudah dimulai sejak 2021 lalu. Namun, saat itu terkendala anggaran.
Sebelum itu, FH UTM juga menargetkan akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT).
”Namun, karena terkendala sumber daya manusia (SDM), akhirnya mengurungkan niat untuk mengusulkan akreditasi unggul dan dialihkan ke akreditasi internasional, sambungnya.
Selain pencapaian akreditasi internasional yang prestisius, FH UTM juga melaksanakan pengabdian masyarakat (abdimas) internasional di Kabupaten Sumenep.
Ada sekitar 16 mahasiswa asal Malaysia yang terlibat dalam kegiatan itu. Salah satunya penanaman pohon mangrove.
”Kami ajak mereka melaksanakan abdimas bersama sebagai bentuk implementasi kerja sama internasional, tandasnya. (za/jup)